Menu

Mode Gelap

Kempalanbis · 9 Mar 2021 16:30 WIB ·

Media Tanam Paling Pas agar Begonia Tumbuh Subur


					Media Tanam Paling Pas agar Begonia Tumbuh Subur Perbesar

KEMPALAN: Penggemar tanaman hias Begonia –khususnya pemula– masih banyak yang bertanya-tanya tentang media tanam (metan, Red) yang paling pas untuk tanaman kesayangannya tersebut. Sebab, Begonia yang dirawatnya terbilang lambat pertumbuhannya.

Kondisi itu dimaklumi oleh Alibin Sarman Saragih, petani Begonia di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo (Sumatera Utara).

“Saya mengandalkan humus sebagai metannya,” kata Alibin. Alsannya, akar Begonia berkarakter lembut. “Kalau dengan humus, akarnya akan lebat dan kuat. Dengan demikian pertumbuhan tanamannya akan berjalan optimal,” lanjut ayah 3 orang anak ini.

Menurut Alibin, Begonia tidak cocok menggunakan pakis sebagai metan. “Terlalu keras,” alasannya, serius.

Shelly, pembudidaya di Berastagi, Kabupaten Karo (Sumatera Utara) memilih humus dan sekam basah sebagai metan bagi Begonianya. Dia menggunakan perbandingan 2:2.

Agar Begonianya tumbuh makin cepat, maka Shelly menambahkan kotoran sapi yang sudah difermentasi. Kotoran hewan (kohe, red) diberikannya setiap 1-2 bulan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Alibin. Namun, dia memilih kotoran ayam. “Kohenya wajib difermentasi selama 2 bulanan. Agar akar Begonia tidak kepanasan dan mati,” tutur Alibin yang memiliki kebun Begonia seluas 225 meter persegi ini.

Strategi yang agak berbeda diterapkan oleh Suprihatina, pembudidaya Begonia di Kabupaten Sekadau (Kalimantan Barat). Dia mencampurkan sekam basah, sekam mentah, dan cocopeat sebagai media tanamnya. “Saya menambahkan sedikit tanah bakar di metan tadi,” Nana, panggilan akrab Suprihatina.

Agar Begonianya cepat subur, dia menambahkan pupuk NPK 16:16:16 setiap 2 pekan. “Kalau tidak sempat saya larutkan di dalam air, maka NPK-nya saya taburkan saja,” kata Nana.

Tentu saja porsi pupuk NPK-nya berbeda-beda. “Kalau indukan, saya memberikan NPK sebanyak 2 sendok makan. Kalau masih remaja, cukup setengah sendok teh saja,” jelas guru SMP ini.

Pola Penyiraman
Alibin, Shelly dan Nana berpendapat yang sama, bahwa pemilihan metan dan pemberian pupuk bagi Begonia harus disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.
Begitu pula pola penyiramannya.

Cuaca di tempat tinggal Nana, misalnya, terbilang sangat panas lantaran dilintasi Garis Khatulistiwa. Karena itulah dia perlu menyiram seluruh Begonianya yang berukuran dewasa sebanyak 3 kali dalam sehari.

“Disemprot langsung dengan selang, juga tidak apa-apa. Kalau ukurannya masih kecil, hanya disirami sebanyak 2 kali sehari saja dengan semprotan kecil,” papar Nana.

Baik Nana, Alibin dan Shelly beranggapan, pemilik Begonia wajib mencermati kebutuhan sinar matahari bagi tanaman hiasnya tersebut. Khususnya bagi Begonia Rex. “Kalau terkena matahari langsung, pasti daunnya terbakar. Rex sangat sensitif sinar matahari,” ucap Nana yang menekuni Begonia selama setahun terakhir ini. “Kalau Begonia lokal yang mempunyai daun berdominan hijau, relatif lebih tahan sinar matahari,” sambung perempuan 37 tahun itu.
moch taufiq
—–
teks foto:
1. Alibin Sarman Saragih.
2. Suprihatina dan Shelly (insert).

Artikel ini telah dibaca 241 kali

badge-check

Publisher

Baca Lainnya

Ketua DPD: Pasal 33 Harus Dikoreksi Agar Kembali ke Sistem Ekonomi Pancasila

27 Oktober 2021 - 11:33 WIB

Perkuat Konektivitas Indonesia Timur, Khofifah Resmikan Dermaga MB IV Pelabuhan Ketapang

26 Oktober 2021 - 19:50 WIB

Ketua DPD RI: Kecakapan Literasi Digital Salah Satu Solusi Kebutuhan Pencari Kerja

26 Oktober 2021 - 19:42 WIB

Lantik Pengurus BAZNAS Surabaya, Wali Kota Eri: Ini Jihad Melawan Kemiskinan

26 Oktober 2021 - 07:35 WIB

Tingkatkan Perekonomian Umat, Wagub Emil Apresiasi Program PCNU Situbondo

26 Oktober 2021 - 00:22 WIB

Jauhkan Masyarakat dari Jerat Pinjol, LaNyalla Minta Akses Kredit Perbankan Dipermudah

25 Oktober 2021 - 05:46 WIB

Trending di Kempalanbis