Rabu, 27 Mei 2026, pukul : 11:54 WIB
Surabaya
--°C

Media Tanam Paling Pas agar Begonia Tumbuh Subur

KEMPALAN: Penggemar tanaman hias Begonia –khususnya pemula– masih banyak yang bertanya-tanya tentang media tanam (metan, Red) yang paling pas untuk tanaman kesayangannya tersebut. Sebab, Begonia yang dirawatnya terbilang lambat pertumbuhannya.

Kondisi itu dimaklumi oleh Alibin Sarman Saragih, petani Begonia di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo (Sumatera Utara).

“Saya mengandalkan humus sebagai metannya,” kata Alibin. Alsannya, akar Begonia berkarakter lembut. “Kalau dengan humus, akarnya akan lebat dan kuat. Dengan demikian pertumbuhan tanamannya akan berjalan optimal,” lanjut ayah 3 orang anak ini.

Menurut Alibin, Begonia tidak cocok menggunakan pakis sebagai metan. “Terlalu keras,” alasannya, serius.

Shelly, pembudidaya di Berastagi, Kabupaten Karo (Sumatera Utara) memilih humus dan sekam basah sebagai metan bagi Begonianya. Dia menggunakan perbandingan 2:2.

Agar Begonianya tumbuh makin cepat, maka Shelly menambahkan kotoran sapi yang sudah difermentasi. Kotoran hewan (kohe, red) diberikannya setiap 1-2 bulan.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Alibin. Namun, dia memilih kotoran ayam. “Kohenya wajib difermentasi selama 2 bulanan. Agar akar Begonia tidak kepanasan dan mati,” tutur Alibin yang memiliki kebun Begonia seluas 225 meter persegi ini.

BACA JUGA  Sterilisasi Gratis! DKPP Surabaya Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal

Strategi yang agak berbeda diterapkan oleh Suprihatina, pembudidaya Begonia di Kabupaten Sekadau (Kalimantan Barat). Dia mencampurkan sekam basah, sekam mentah, dan cocopeat sebagai media tanamnya. “Saya menambahkan sedikit tanah bakar di metan tadi,” Nana, panggilan akrab Suprihatina.

Agar Begonianya cepat subur, dia menambahkan pupuk NPK 16:16:16 setiap 2 pekan. “Kalau tidak sempat saya larutkan di dalam air, maka NPK-nya saya taburkan saja,” kata Nana.

Tentu saja porsi pupuk NPK-nya berbeda-beda. “Kalau indukan, saya memberikan NPK sebanyak 2 sendok makan. Kalau masih remaja, cukup setengah sendok teh saja,” jelas guru SMP ini.

Pola Penyiraman
Alibin, Shelly dan Nana berpendapat yang sama, bahwa pemilihan metan dan pemberian pupuk bagi Begonia harus disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.
Begitu pula pola penyiramannya.

BACA JUGA  Komando Perang Atau Pidato Ketakutan

Cuaca di tempat tinggal Nana, misalnya, terbilang sangat panas lantaran dilintasi Garis Khatulistiwa. Karena itulah dia perlu menyiram seluruh Begonianya yang berukuran dewasa sebanyak 3 kali dalam sehari.

“Disemprot langsung dengan selang, juga tidak apa-apa. Kalau ukurannya masih kecil, hanya disirami sebanyak 2 kali sehari saja dengan semprotan kecil,” papar Nana.

Baik Nana, Alibin dan Shelly beranggapan, pemilik Begonia wajib mencermati kebutuhan sinar matahari bagi tanaman hiasnya tersebut. Khususnya bagi Begonia Rex. “Kalau terkena matahari langsung, pasti daunnya terbakar. Rex sangat sensitif sinar matahari,” ucap Nana yang menekuni Begonia selama setahun terakhir ini. “Kalau Begonia lokal yang mempunyai daun berdominan hijau, relatif lebih tahan sinar matahari,” sambung perempuan 37 tahun itu.
moch taufiq
—–
teks foto:
1. Alibin Sarman Saragih.
2. Suprihatina dan Shelly (insert).

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.