Demi Pemindahan Penjara, Anggota Teroris Yunani Mogok Makan
LAMIA, KEMPALAN: Dimitris Koufontinas, anggota kelompok yang dicap teroris, N17 (Organisasi Revolusioner 17 November), melakukan mogok makan hingga kesehatannya melemah. Ia sendiri dihukum penjara seumur hidup 11 kali ditambah dengan 25 tahun karena terlibat pembunuhan, pengeboman, perampokan dan ketelibatan dalam organisasi teroris yang sudah bubar tahun 2002 karena banyak anggotanya ditangkap.
Kepala Rumah Sakit Umum Lamia, Andreas Kolokithas menyampaikan bahwa Koufanitas dirawat di ICU menurut pernyataan yang dikutip oleh Greek Reporter.
“Selaras dengan undang-undang saat ini, staf ICU mengambil semua tindakan medis dan farmakologis yang diperlukan untuk menangani konsekuensi penolakan terus-menerus pasien untuk makan atau menerima cairan (suntik),” kata Kolokithas dalam pernyataan itu.
Ia turut menambahkan bahwa staf medis juga terus memberikan layanan sesuai kode etik guna menjaga kesehatan pasien sesuai dengan hak asasi manusia.
Koufontinas sendiri telah dirawat selama 12 hari di ICU setelah sebelumnya dirawat selama 22 hari bangsal umum. Ia memutuskan melakukan hal itu karena ia meminta pemindahan ke penjara Korydallos di Athena semenjak 8 Januari 2021. Ia sendiri sebelumnya dipenjara di penjara pertanian Domokos di dekat Lamia.
(Greek Reporter, Reza Maulana Hikam)









