Sita Panah dan Samurai, Densus 88 Tangkap 12 Teroris di Surabaya

waktu baca 2 menit

SURABAYA-KEMPALAN: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan operasi penindakan di sejumlah wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim). Dalam penindakan itu, polisi menangkap 12 orang terduga teroris.

“Dalam operasi penangkapan di Jawa Timur, Tim Densus 88 menangkap 12 orang terduga teroris,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jakarta.

Adapun ke-12 terduga teroris itu adalah, UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, MI. Mereka diketahui memiliki peran yang berbeda. Meski begitu, Argo belum bisa merinci lebih lanjut terkait dengan penangkapan terduga teroris tersebut. Pasalnya, tim Densus 88 masih melakukan pendalaman lebih lanjut di lapangan. “Nanti untuk lengkapnya akan di rilis secara resmi,” ujar Argo.

Sebelumnya, Densus 88 mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat aksi terorisme di 4 daerah yaitu Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Kota Malang. “Jadi benar, dari Densus 88 Mabes Polri telah melakukan penangkapan terhadap beberapa terduga teroris di Jawa Timur yaitu di Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Malang,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, dikonfirmasi terpisah.

Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Medokan Ayu, Soepangin membenarkan soal penangkapan terduga teroris tersebut.

“Terus saya dihubungi Densus mau ada anu. Saya juga kaget saya nggak tahu. Saya keluar tahu-tahu ada polisi di situ. Udah gitu tok,” lanjut Soepangin.

Soepangin mengaku ikut menyaksikan penggeledahan rumah terduga teroris tersebut. Menurutnya ada sejumlah barang yang dibawa dari rumah tersebut oleh Densus 88 Antiteror.

“Yang ditemukan saya hanya ikut menyaksikan mencari, tadi ada panah, samurai, alat-alat tinju nggak tahu. Katanya ikut taekwondo,” ungkap Soepangin.

Menurut Soepangin, penggeledahan dilakukan oleh sekitar 10 petugas dari Densus 88 Antiteror. Mereka menggunakan lima mobil dan satu mobil polisi.

Soepangin memperkirakan, terduga teroris tersebut tinggal di Jalan Medokan Sawah sejak 10 tahun lalu. AIH dikenal sebagai orang yang baik di lingkungannya. (sn/et/ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *