Selasa, 12 Mei 2026, pukul : 17:11 WIB
Surabaya
--°C

”Gol Berkelas” ala Gus Muhdlor

KEMPALAN: Jargon pasangan Kelana Aprilianto dan Astutik slogan kampanye yang paling relevan. Sangat pas dengan Kabupaten sekelas Sidoarjo. Sayang, duet pengusaha dan aktivis perempuan tersebut harus menduduki posisi buncit dalam pilkada Desember 2020 lalu.

Keduanya hanya dapat 212.594 suara. Jauh di bawah kedigdayaan pasangan Gus Muhdlor dan Subandi (387.766 suara) maupun BHS-Taufik (373.516 suara). Apa jargon itu? Ya betul: BERKELAS. Kependekan dari Bersama Kelana-Astutik.

Semboyan BERKELAS sangat relevan karena Sidoarjo bukanlah kabupaten biasa. Daerah berpenduduk sekitar 2,2 juta jiwa ini seharusnya memang menjadi kota yang berkelas. Ya berkelas dalam melayani masyarakatnya.  Berkelas dalam memanjakan penduduknya agar hommy sebagai warga Kota Delta. Berkelas pula dalam prestasi hingga mendunia.

Kabupaten Sidoarjo sepantasnya menjadi daerah yang luar biasa. Ekselen. Paripurna. Karena itu, kepala daerah yang memimpin Sidoarjo pun seharusnya sosok yang berkelas. Kota Delta butuh pemimpin yang lebih dari sekadar bupati biasa. Lebih dari figur jagoan seremonial atau sosok yang baik sebagai pribadi. Apik wae gak cukup.

Ibarat sebuah tim sepak bola, bupati Sidoarjo harus striker yang megabintang. Goal getter yang mampu menciptakan gol-gol berkelas. Bukan sekadar sanggup memasukkan bola ke gawang dan menambah skor. Golnya harus indah, cantik, mengundang kagum.

Gol berkelas hanya bisa dicetak oleh pemain bola dengan skill supertinggi. Sekelas gol-gol ala tendangan salto Christiano Ronaldo. Long dribble goal ala Lionel Messi. Atau, scorpion goal ala Zlatan Ibrahimovic.  “Wuapik e rek gol e.” Harus bikin godhek-godhek penonton.

Kehadiran pemimpin berkelas dan kebijakan berkelas ini menjadi tuntutan yang tidak mungkin dimungkiri lagi. Sidoarjo boleh dikata sudah ngos-ngosan selama sepuluh tahun. Jika diibaratkan adu lari menuju kota masa depan, terlalu banyak ketertinggalan dari kota-kota tetangga.

Jangan Kota Surabaya. Yang wali kotanya (Tri Rismaharini) pernah menjadi wali kota terbaik ketiga dunia versi Word Mayor. Terlalu jauh. Contoh saja tetangga terdekat, Gresik. Daerah berjuluk Kota Pudak itu mampu membangun pelabuhan laut internasional baru Java Integrated Industrial and Port Estate (JIPEE) di Manyar. Lengkap dengan akses jalan tol baru dan moda transportasinya. Yaitu, jalan tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM).

Akses baru itu telah menghubungkan langsung Gresik dengan Mojokerto, dan Krian di Sidoarjo Barat tanpa harus lewat Surabaya. Tol KLBM dibangun hanya dalam waktu sekitar 1 tahun. Masa-masa akhir jabatan Bupati Dr Sambari Halim Radianto. Direncanakan, dibangun, dan segera difungsikan. Tanpa perdebatan berkepanjangan. Sambari bekerja begitu cepat.

Sidoarjo sebenarnya juga punya. Bahkan lebih dulu. Sekitar 15 tahun lalu, Bupati Win Hendrarso sudah menyusun rencana pembangunan pelabuhan laut internasional di Kecamatan Jabon. Lengkap dengan kawasan industri terpadu di sana. Namanya Siborian, kependekan dari triangle Sidoarjo-Jabon-Krian. Sayang, rencana hebat itu terjegal oleh semburan lumpur panas. Terhenti.

Konsep Triangle Siborian kini tidak terdengar lagi. Padahal, perencanaannya sudah ada. Bahkan terbilang matang. Ada proyeksi pelabuhan laut internasional di Jabon. Ada planning jalan poros baru dari Jabon-Porong-Krian. Sampai saat ini, baru kawasan industri lah yang mulai. Pelabuhan dan jalan baru tidak terwujud.

Mengapa tidak terlaksana? Karena berpuluh tahun Sidoarjo dipimpin secara biasa. Kebijakannya tidak istimewa, terutama selama sepuluh tahun terakhir. Malah, ada olok-olok Sidoarjo telah menjadi kabupaten auto pilot. Mlaku dewe. Berkembang oleh tuntutan dan kemauan berkembang masyarakat sendiri.

Birokrasinya mati suri. Kebijakan-kebijakan strategis terganjal. Sebut saja RSUD Sidoarjo Barat dan frontage road dari Waru ke Buduran. Semuanya nggak jadi-jadi.

Untunglah hadir sejenak Dr Hudiyono MSi sebagai penjabat (Pj) bupati sejak Oktober 2020. Kepala Biro Kesra Jatim itu mampu mewarnai perkembangan Kota Delta dalam waktu singkat. Hudiyono cepat dan gesit. Rajin turun ke lapangan. Berani mengambil keputusan dengan diskresi. Semangatnya memajukan daerah dan mengupayakan kemaslahatan masyarakatnya patut diacungi jempol.

Hanya dalam beberapa bulan, lelaki asli Kecamatan Tanggulangin itu mampu memperbaiki wajah kota, menangani banjir, mempersiapkan pembangunan RSUD Sidoarjo Barat, menyelenggarakan pilkada dan pilkades serentak dengan sukses. Masih banyak yang lain. Termasuk, menciptakan harmoni antara Lembaga legislatif dan eksekutif. Padahal, sebelumnya, dua lembaga pemerintah itu kerap berinteraksi seperti Tom and Jerry.

Kepala daerah sekelas Dr Hudiyono inilah yang dibutuhkan untuk Sidoarjo. Pemimpin yang mampu mengelaborasi berbagai potensi dengan luar biasa. Berkomunikasi secara piawai dengan beragam lapisan masyarakat. Ya ulama, ya umara, ya pengusaha. Semuanya. Menggerakkan lagi birokrasi untuk kembali berlari memacu pembangunan.

Sayang, kata banyak orang, Dr Hudiyono hanya memimpin selama kurang dari 5 bulan. Terlalu pendek meski sarat capaian prestasi. Bayangkan kalau beliau berkesempatan memimpin selama 5 tahun.

Bagaimana selanjutnya? Hari ini, 26 Februari, Gus Muhdlor dan Subandi dilantik menjadi bupati dan wakil bupati definitif. Kedua pemimpin terpilih itu telah memiliki titik start yang bagus. Pijakan yang nyaman dan mapan untuk tinggal landas.

Secara de facto dan de jure, Gus Muhdlor Ali dan Subandi lah yang dikehendaki warga Kota Delta untuk memimpin Sidoarjo. Jangan sekali-sekali pesimistis. Lebih-lebih under estimate. Gus Muhdlor dan Cak Bandi adalah pemimpin-pemimpin muda yang sangat mungkin menciptakan hal-hal luar biasa. Power of youth mereka begitu potensial menjadi energi yang tidak bisa dibendung. Nggak bisa dicegah dan dikalahkan. Ayo Gus Muhdlor, ayo Cak Bandi. Ciptakan kebijakan-kebijakan yang berkelas! Cetaklah ”gol-gol” pembangunan yang spektakuler. Buatlah warga Kota Delta berdecak kagum! Nggumun. Yakin bisa. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.