Konflik Serbia-Kosovo, ke Mana Indonesia Berpihak?
JAKARTA, KEMPALAN: Dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri Indonesia, ada tautan yang berkaitan dengan permasalahan Kosovo dan Serbia dengan menekankan pada Kosovo-nya.
Posisi Indonesia dalam pusaran konflik antara kedua negara ini justru cenderung kepada Serbia. Dengan jelas situs Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa “Indonesia hingga saat ini belum mengakui kemerdekaan Kosovo, yang dideklarasikan secara sepihak pada tanggal 17 Februari 2008.”
Dalih yang digunakan oleh pemerintah Indonesia dalam permasalahan ini adalah “prinsip Indonesia untuk menghormati sepenuhnya prinsip kedaulatan nasional dan keutuhan wilayah setiap negara anggota PBB.” Bahkan Kemenlu RI menyatakan bahwa Indonesia konsisten memberikan dukungan kepada Pemerintah Serbia, karena hubungan keduanya yang baik sejak masa Yugoslavia.

Seperti yang dilansir dalam Antara, Menteri Hukum dan HAM Indonesia tahun 2020, Yasonna Laoly, bahkan berkunjung ke Serbia dan menyatakan bahwa Indonesia mendukung Serbia dalam konfliknya dengan Kosovo.
“Kami menghargai hubungan bilateral yang sudah terjalin baik antara Indonesia dengan Serbia yang sudah berlangsung sejak 1954. Posisi Indonesia dalam isu Kosovo sudah tegas, yakni mendukung kedaulatan dan keutuhan wilayah Serbia sebagai sesama anggota PBB,” ujar Yasonna dalam keterangan tertulis seperti yang dikutip dalam Antara.
Namun, ia menambahkan bahwa Indonesia mendukung penyelesaian konflik Serbia-Kosovo secara damai melalui dialog dan negosiasi, namun Indonesia dalam posisi tidak mengakui deklarasi kemerdekaan sepihak yang dilakukan Kosovo.
Nampaknya penolakan Indonesia terhadap deklarasi kemerdekaan “sepihak” dari Kosovo dilatarbelakangi hubungan ekonomi antara Serbia dan Indonesia, sehingga negara khatulistiwa ini memilih untuk mendukung Serbia, sementara ada 98 negara lain yang mendukung kemerdekaan Kosovo dari Serbia.
Saat kunjungan Presiden Serbia tahun 2016 lalu, Tomislav Nikolic, sang presiden Serbia mengapresiasi tindakan Indonesia yang tidak memberikan pengakuan kepada Kosovo.
“Serbia sangat mengapresiasi kenyataan bahwa Indonesia tidak mengakui Kosovo dan mendukung kedaulatan dan wilayah negara kami,” kata Nikolic saat berkunjung ke Istana Kepresidenan di Jakarta, Rabu (27/4/2016) seperti yang dilansir dalam Antara. (Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia/Antara News, Reza Maulana Hikam)
