Ruselli Siap Hadapi Swiss Open, Ingin Memberikan Yang Terbaik

waktu baca 2 menit
Ruselli Hartawan. PBSI

JAKARTA – KEMPALAN: Skuad Indonesia terus mematangkan persiapannya untuk menghadapi turnamen Yonex Swiss Open 2021.

Hanya dalam hitungan hari, tim bulutangkis Indonesia akan bertolak ke Basel. Turnamen level 300 ini rencananya dihelat pada 2-7 Maret di St. Jakobshalle, Basel.

Di sektor tunggal putri, Indonesia hanya menempatkan satu wakil, Ruselli Hartawan. Itu karena Gregoria Mariska Tunjung juga ditarik mundur dari Swiss Open. Juara Dunia Junior 2017 ini lebih difokuskan untuk tampil di All England.

Meski hanya satu-satunya wakil tunggal putri Merah-Putih, ia sudah siap untuk kembali berlaga. Mematangkan serangan dan juga bertahan menjadi persiapan akhir jelang keberangkatan pada Sabtu (27/2) nanti.

“Latihan kan tinggal tiga hari lagi, Rabu, Kamis, dan Jumat. Saat ini saya sedang mematangkan pukulan untuk menyerang, juga membenahi dalam bertahan,” ujar Ruselli kepada laman resmi PBSI, badmintonIndonesia, di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (24/2) siang.

Selain itu ia juga fokus latihan kesabaran, karena evaluasi dari Thailand Januari lalu, ia bermain kurang sabar. ‘’Kalau tidak bisa mematikan lawan, suka jadi buru-buru. Nah itu yang harus ditekankan di latihan,” tambahnya. Ia juga tidak mau terbebani dan tetap berusaha memberikan yang terbaik.

Menurutnya, tekanan pasti ada, tapi ia tidak mau memikirkannya. ‘’Ya sudah main saja, mau membuktikan juga kalau sendiri pun saya bisa fight,’’ujarnya.

Di babak pertama turnamen berhadiah total 140.000 dolar Amerika Serikat tersebut,  Ruselli akan bertemu Iris Wang dari Amerika Serikat. ‘’Saya mau fokus melewati itu saja dulu,” ujarnya lagi.

Bertanding di masa pandemi seperti ini memang tidak mudah, begitu juga yang dirasakan Ruselli. Ia mengungkapkan hal tersulit saat harus mengikuti pertandingan saat ini.

Ia mengaku paling sulit menjaga mood dan fokus. Meski persiapan di Jakarta sudah bagus, sampai di sana tidak latihan dua atau tiga hari karena isolasi, itu bisa mempengaruhi persiapannya. ‘’Kondisinya kadang turun lagi. Jadi sebisa mungkin harus menjaga biar tidak turun-turun banget lah,” ungkapnya.

Saat ini, PBSI beserta Kemenpora dan Kemenkes terus mengupayakan percepatan vaksinasi kepada atlet-atlet terutama yang akan mengikut pertandingan di Eropa. Ruselli berharap ia dapat divaksin terlebih dahulu sebelum berangkat agar bisa merasa aman dan tenang selama pertandingan. (pbsi/muhammad tanreha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *