Ridha Wirakusumah Direktur Utama Indonesia Investment Authority

waktu baca 2 menit

JAKARTA-KEMPALAN: Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah mengumumkan jajaran direksi lembaga pengelola investasi atau sovereign wealth fund (SWF). Lembaga yang bernama Indonesia Investment Authority (INA) telah resmi beroperasi.

Direktur Utama INA Ridha Wirakusumah mengungkapkan, lembaga ini akan mengutamakan untuk menggandeng investor menyuntikkan dananya pada sektor jalan tol di periode awal berjalan. Pasalnya, dia menilai sektor ini memiliki multiplier effect yang besar dan menyedot pembiayaan yang tinggi.

Salah satu saham yang diuntungkan dengan beroperasinya SWF ini adalah PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan jumlah kepemilikan tol yang cukup banyak. Sebelumnya, Direktur Utama WSKT Destiawan Soewardjono mengungkapkan, WSKT memiliki 17 ruas tol, dengan enam di antaranya berpotensi untuk mendapatkan pendanaan SWF.

Enam ruas ini yaitu Cibitung-Tanjung Priok sepanjang 25,4 km, Depok-Antasari sepanjang 27 km, Kanci-Pejagan sepanjang 35 km, Pejagan-Pemalang sepanjang 57,5 km, Pemalang-Batang sepanjang 39,2 km dan Pasuruan-Probolinggo sepanjang 44 km.

INA berbeda dengan SWF di negara-negara lain. INA berposisi mirip investment banking, mengelola dana nasabah agar bisa memperoleh keuntungan bersama.

Sebagai modal awal, INA mendapat suntikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 15 triliun. Dengan setoran modal dari berbagai investor, modal ini diperkirakan bisa ‘beranak’ sampai US$ 15 miliar (sekira Rp 208,12 triliun dengan asumsi US$ 1 setara dengan Rp 13.875 seperti kurs tengah Bank Indonesia tertanggal 16 Februari 2021).

Presiden Jokowi melantik para direksi pengelola dana kesejahteraan negara (Sovereign Wealth Fund/SWF). Ini menjadi momentum bersejarah, untuk kali pertama Indonesia memiliki SWF yang mengelola kekayaan negara dengan tujuan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Berikut lima direksi SWF yang diperkenalkan langsung oleh Jokowi:

Ridha DM Wirakusumah (Dirut PT Bank Permata Tbk/BNLI) sebagai CEO.

Arief Budiman (mantan Direktur Keuangan Pertamina) sebagai Deputy CEO.

Stefanus Ade Hadiwidjaja (Managing Director of Creador) sebagai Chief Investment Officer.

Marita Alisjahbana (Country Risk Manager Indonesia Citi) sebagai Chief Risk Officer.

Eddy Porwanto (eks Dirkeu PT Garuda Indonesia Tbk/GIAA, sebagai Chief Financial Officer.

(kn/cn/ist)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *