Grup WhatsApp Bantu Atasi Kekurangan Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Indonesia
JAKARTA-KEMPALAN: Sebuah gerakan akar rumput di salah satu wilayah terparah di Indonesia terdampak Covid-19 muncul untuk meredakan krisis perawatan kesehatan. Rumah sakit tidak dapat mengatasinya karena jumlah pasien melonjak.
Bulan lalu, Sonjo, kelompok komunitas WhatsApp di Yogyakarta, memanfaatkan jaringan mereka untuk membantu pemerintah kabupaten mengubah rumah sakit bekas menjadi fasilitas isolasi untuk menampung pasien Covid-19 dengan gejala sedang hingga tanpa gejala.
Sementara biaya dikeluarkan pemerintah seperti mensterilkan RS Patmasari Veteran Kabupaten Bantul dan melengkapi bangsal dengan sekitar 60 tempat tidur, relawan Sonjo membantu menggalang dana untuk pengadaan alat pelindung diri seperti baju pelindung dan masker serta kebutuhan medis lainnya.
Dr Rimawan Pradiptyo, yang mengepalai departemen ekonomi di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, mengatakan kelompok itu dibentuk pada Maret tahun lalu–ketika kasus pertama terkonfirmasi di Indonesia–untuk membantu masyarakat yang rentan mengatasi pandemi.

Dengan semangat ” gotong royong, relawan membantu pasien untuk berpindah antar-rumah sakit untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan yang tepat dan membantu rumah sakit yang menghadapi kekurangan alat pelindung untuk produsen dan pemasok.
Fasilitas isolasi, yang disebut sebagai “shelter tangguh” atau “resilient shelter” adalah yang terbaru dari barisan panjang inisiatif swadaya oleh grup tersebut, yang telah berkembang menjadi lebih dari 1.500 anggota yang tersebar di 14 ruang obrolan WhatsApp.
“Lebih baik pasien pergi ke puskesmas daripada tinggal di rumah. Di puskesmas pasti ada perawat atau dokter yang memeriksanya dan mengurus kebutuhannya. Jika kondisinya memburuk, bisa dipindahkan ke rumah sakit, “kata Dr Rimawan kepada The Straits Times.
Indonesia tetap menjadi negara yang paling parah terkena Covid-19 di Asia Tenggara, dengan kasus melebihi 1,2 juta dan kematian mencapai 32.000. (The Straits Times/frd)
