KEMPALAN-NEW YORK: Kerajaan Arab Saudi tetap menegaskan bahwa mereka akan mengambil semua aksi yang diperlukan guna melindungi tanah sekaligus menjaga keselamatan warganya, dari teror Houthi yang di dukung Iran. Kepala Perwakilan Saudi untuk PBB, Abdallah Al-Mouallimi, menegaskan langkah Saudi sudah sesuai dengan kewajiban di bawah hukum internasional.
Sikap Saudi mengeras usai pihak intelijen mengetahui pihak Houthi masih menjadikan Bandara Abha yang berlokasi di Provinsi Asir, Saudi Arabia, sebagai target. Dilansir dari Arab News, Sabtu (13/2), Al-Mouallimi menyatakan pihaknya terus mencermati perkembangan di lapangan.
”Sesuai instruksi pemerintahan saya, sekali lagi saya menegaskan adanya penyerangan berlanjut ke Arab Saudi, yang dilakukan milisi Houthi dukungan Iran. Serangan ini jelas melanggar hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB,” ungkap Al-Mouallimi.
Ditambahkannya, serangan milisi Houthi ke bandara internasional Abha yang terjadi pada 10 Februari telah mengakibatkan ketakutan luar biasa para penumpang pesawat. Bagi Al-Mouallimi, serangan kepada infrastruktur sipil dan para penumpang sipil tak berdosa merupakan kejahatan perang. Karenanya, berdasar hukum kemanusiaan internasional, milisi Houthi wajib bertanggung-jawab.
Otoritas Arab Saudi juga telah menegaskan bahwa mereka akan memakai segala persenjataan yang ada guna melindungi penduduk Saudi yang tak berdosa. Aksi teror Houthi ini merusak upaya PBB yang sedang mendorong penyelesaian politik secara komprehensif di Yaman. Sekaligus, aksi itu telah menggoyah stabilitas keamanan serta mengganggu perdamaian internasional.
Untuk itu, Al-Mouallimi mendesak Dewan Keamanan PBB mengutuk aksi teror Houthi dan mendesak pertanggungjawaban Houthi yang didukung Iran. (Reza Maulana Hikam, Arab News)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi