Kapolri Listyo Kerahkan 40 Ribu Personel untuk Tracing Covid-19
JAKARTA-KEMPALAN: Pemerintah melaporkan penambahan 8.435 kasus baru Covid-19 yang terkonfirmasi pada hari Kamis (11/2/2021). Total pasien terkonfirmasi saat ini 1.191.990 kasus Covid-19. DKI Jakarta menjadi provinsi dengan penambahan kasus Covid-19 tertinggi yakni 2.514, disusul Jawa Barat dengan 1.059 kasus, dan Jawa Timur sebanyak 1.044 kasus.
Sementara pasien sembuh bertambah 10.145 menjadi 993.117 dan pasien meninggal bertambah 214 menjadi 32.381 Tercatat sebanyak 71.511 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 76.911.
Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengerahkan lebih dari 40 ribu personel Bhabinkamtibmas di seluruh wilayah di Indonesia untuk pelacak penyebaran Covid-19.
“Setidaknya ada 40.366 personel Bhabinkamtimbas yang sudah disiapkan untuk bertindak sebagai tracer yang menjadi bagian dari tujuh langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujar Sigit melalui keterangan tertulis pada Kamis, 11 Februari 2021.
Pengerahan itu seiring dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa selain disiplin protokol kesehatan, penerapan serta penguatan 3T (testing, tracing, treatment) juga menjadi kunci dalam upaya mengatasi penyebaran Covid-19.
Sigit mengatakan saat ini Polri telah menyiagakan 13.500 personel tenaga kesehatan. Sebanyak 900 orang diantaranya telah dilatih untuk menjadi vaksinator oleh Bapelkes/BBBK Kementerian Kesehatan, dan 12.600 personel lainnya dalam waktu dekat akan diberikan pelatihan serupa.
“Vaksinator dan tracer Polri ini disiagakan dalam rangka membantu tugas tenaga kesehatan, khususnya pemberian vaksinasi Covid-19 terhadap anggota Polri maupun kepada masyarakat umum, serta berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat dalam upaya tracing sebagai langkah deteksi dini dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19,” kata Sigit.
Kapolri Listyo Sigit berharap seluruh tenaga vaksinator dan tracer Covid-19 akan menjadi tenaga Polri yang cakap dan profesional dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Jokowi: Vaksin Rebutan
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah pusat terus berusaha keras mendapatkan tambahan vaksin Covid-19 dari berbagai sumber. Dia mengatakan bahwa produsen vaksin jumlahnya tidak banyak tapi di saat yang sama diperebutkan oleh 215 negara.
“Rebutan semuanya. Sekarang ini yang baru bisa berjalan vaksinasinya kira-kira 42 negara. Yang lain rebutan mendapatkan vaksin. Kita sudah mendapatkan komitmen 426 juta,” katanya dalam Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2021 di Istana Negara, Kamis (11/2/2021).
Jokowi mengaku bersyukur bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang sudah mulai melaksanakan vaksinasi. Namun dia mengingatkan agar vaksinasi dilakukan tepat sasaran.
“Ini alhamdulillah, karena memang sejak awal, sejak Agustus kita sudah mulai pendekatan dengan produsen-produsen vaksin (Covid-19). Bukan barang yang mudah. Ini rebutan. Semua negara merebutkan vaksin. Oleh sebab itu vaksinasi harus tetap sasaran, tepat target betul. Jangan sampai meleset,” tuturnya.
Presiden Joko Widodo kembali menyinggung soal lockdown atau penutupan wilayah secara total, dalam pernyataan publiknya pada Kamis (11/2/2021). Kali ini, Jokowi menyebut bahwa lockdown tidak tepat apabila dilakukan di suatu daerah yang hanya mencatat sedikit kasus Covid-19 saja. Hal tersebut dia sampaikan saat memberikan sambutan pada “Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2021” di Istana Negara. (te/kom/det/ist)









