Kudeta Militer dan Pemakzulan Presiden
KEMPALAN: Banyak cara merebut kekuasaan politik dari seorang presiden yang sedang berkuasa. Dia bisa dipaksa turun secara konstitusional atau direbut paksa kekuasaanya melalui kudeta militer maupun sipil.
Kudeta umumnya dilakukan oleh militer karena hanya militer yang punya kekuatan dan senjata untuk melakukan perebutan kekuasaan dan mempertahankannya dari lawan-lawan politik. Itulah yang sekarang terjadi di Myanmar. Ribuan rakyat melakukan protes setelah tentara melakukan kudeta. Tanpa kekuatan senjata, tentara sulit mempertahankan kekuasaan hasil kudeta.
Kudeta bisa dilakukan tanpa senjata dan tanpa kekerasan, bahkak kudeta itu disebut sebagai kudeta konstitusional melalui impeachment atau pemakzulan. Seorang presiden yang dianggap melakukan dosa politik besar bisa diadili dalam sidang parlemen dan dipreteli kepresidenannya.
Itulah yang terjadi di Amerika Serikat sekarang ini. Presiden ke-45 Donald Trump secara resmi dibawa ke sidang pemakzulan yang dibuka Selasa (2/1) waktu Amerika. Tuduhan utama terhadap Trump adalah pelanggaran konstitusi terutama tindakannya yang dianggap memprovokasi ribuan pendukungnya yang kemudian menyerbu gedung DPR Capitol Hill yang berakhir dengan pengrusakan dan jatuhnya korban tewas.
Yang beda dengan sidang pemakzulan pada umumnya adalah kali ini terdakwa sudah tidak menjabat lagi sebagai presiden, hal ini menjadi fenomena baru yang sekaligus bakal menjadi sejarah dan jurisprudensi baru yang menjadi dasar untuk mengadili presiden yang sudah tidak berkuasa. Hasil sidang pemakzulan juga akan menjadi perdebatan apakah akan berlaku surut atau akan berbuntut pada tuntutan pidana.
Presiden Richard Nixon dibawa ke sidang pemakzulan pada Oktober 1973 ketika skandal Watergate meledak menjadi krisis politik nasional. Nixon dianggap tahu dan bertanggung jawab terhadap pembobolan markas Partai Demokrat di Watergate oleh beberapa penggarong yang akan membobol data-data politik rahasia selama kampanye. Nixon akhirnya mengundurkan diri pada 8 Agustus 1974. Sehari kemudian Wakil Presiden Gerard Ford dilantik menjadi presiden baru dan langsung memberi pengampunan total dan tanpa syarat sehingga Nixon aman dari ancaman hukuman pidana apapun.
Pengampunan oleh Presiden Ford ini kontroversial dan memantik perdebatan seru. Ford dianggap melindungi koleganya sesama Partai Republik untuk menyelamatkan citra partai. Tetapi di sisi lain Ford juga dipuji karena meninggalkan legacy politik baru untuk tidak mempermalukan seorang presiden karena bagaimana pun seorang presiden adalah simbol negara.
Presiden Bill Clinton dibawa ke pengadilan pemakzulan pada Desember 1998 karena skandal seksnya dengan wanita magang Gedung Putih, Monika Lewinsky menjadi berita heboh di seluruh dunia. Clinton dianggap menyalahgunakan kekuasaan dan diputuskan bersalah. Clinton tidak dipecat karena Senan mengampuninya segera setelah vonis diambil.
Pemakzulan terhadap presiden Amerika oleh Senat terjadi beberapa kali, tetapi Amerika tidak pernah sekalipun mengalami perebutan kekuasaan melalui kudeta militer. Legacy ini dipertahankan dengan sangat kuat selama dua ratus tahun lebih sejarah Amerika, karena sekali terjadi kudeta militer maka akan menjadi tradisi di lingkungan militer dan akan terjadi lagi.
Contoh paling nyata adalah militer Myanmar yang kecanduan kudeta, atau militer Thailand yang juga sering gatal tangan untuk merebut kekuasaan. Kebiasaan itu menjadi habitus yang bisa terjadi setiap saat.
Indonesia juga pernah mengalami kudeta militer meskipun dengan pola yang berbeda. PKI menggunakan militer untuk mengudeta presiden dan kemudian Soeharto memakai kekuatan militer untuk memadamkan kudeta dan kemudian berkuasa selama 32 tahun dengan memakai kekuatan militer.
Tradisi politik Indonesia menunjukkan banyak presiden yang turun ketika masa jabatannya belum berakhir. Ada yang turun dengan damai tapi lebih banyak yang turun karena huru-hara politik. Dari tujuh presiden Indonesia hanya Susilo Bambang Yudhoyono yang bisa menyelesaikan masa tugasnya secara penuh sebagai presiden ke-6.
Bung Karno dipaksa turun oleh kekuatan militer di bawah Soeharto. Setelah 32 tahun Soeharto akhirnya dipaksa turun oleh kekuatan reformasi mahasiswa. B.J Habibie menjadi presiden seumur jagung karena dikudeta oleh DPR dengan penolakan pidato pertanggung jawabannya. Gus Dur yang menjadi presiden alternatif akhirnya juga menjadi korban pemakzulan diturunkan di tengah jalan. Megawati tidak menjadi korban pemakzulan tapi dia hanya menjadi presiden selama tiga tahun sejak 2001 sampai 2004. Pada pilpres tahun itu Mega kalah dari SBY dan Mega sakit hati karena merasa dikudeta secara halus. Mega mendendam selama 10 tahun masa kekuasaan SBY. Dendam Mega ini menjadi bagian dari legacy politik Indonesia. Hanya SBY yang bisa menuntaskan kepresidenannya selama 10 tahun. Sekarang SBY menghadapi kudeta politik oleh Moeldoko.
Legacy politik ini akan menjadi tradisi yang terjadi terus-menerus. Karena itu Senat Amerika memaksa untuk memakzulkan Trump meskipun sudah pensiun. Trump dianggap melakukan kejahatan politik yang mencederai tradisi demokrasi Amerika. Penyerbuan ribuan pendukung Trump ke gedung DPR Capitol Hill dianggap sebagai aib yang menghancurkan citra demokrasi Amerika.
Trump memberi contoh buruk dengan tidak mengakui kemenangan Trump dan tidak mau menghadiri pelantikan Presiden Biden. Dalam hal ini Trump masih kalah dari Megawati yang sudah lebih dulu memberi contoh dengan tidak menghadiri pelantikan SBY dan tidak pernah mau menghadiri undangan SBY selama 10 tahun. Trump masih ingin maju lagi pada pilpres berikutnya meskipun usia sudah hampir menyentuh kepala delapan pada 2024. Itu hak politik Trump sebagaimana hak politik Mega yang masih tetap kepingin jadi presiden. Soal laku atau tidak itu hak politik rakyat untuk menentukan.
Perseteruan Trump vs Biden mungkin tidak sama dengan perseteruan Mega vs SBY karena SBY berusaha berbaik hati tapi Mega keukeuh menolak. Biden harus bersikap tegas terhadap Trump termasuk menghapuskan hak-haknya sebagai mantan presiden, terutama hak untuk memperoleh informasi rahasia yang highly classified. Sikap Trump yang sulit diprediksi dan kebiasaan tangannya yang suks usil dan gatal untuk ngomong apa saja di Twitter membuat Biden khawatir Trump akan membocorkan rahasia negara.
Mungkin saja Trump akan memanfaatkan informasi rahasia itu untuk keuntungan bisnisnya sebagaimana tuduhan selama ini bahwa dia mendapatkan keuntungan bisnis untuk perusahaan-perusahaannya selama menjabat presiden.
Masih harus dilihat apakah Biden akan jadi baper dan tidak mengampuni Trump jika Senat bisa membuktikan kesalahannya di sidang pemakzulan. Biden diuji untuk tetap menjalankan tradisi presiden sebelumnya yang mengampuni presiden yang dimakzulkan.
Tradisi politik Amerika tidak semuanya pantas dan bisa kita adopsi di Indonesia. Kita selalu bangga dengan tradisi dan adat istiadat politik nasional kita. Tradisi transisi kekuasaan politik Amerika yang konstitusional harus menjadi pelajaran. Karena itu godaan kudeta militer seperti di Myanmar sebaiknya tidak menginspirasi politisi maupun militer Indonesia.
Kepemimpinan Jokowi sedang diuji apakah mampu mewariskan legacy politik yang baik; apakah Jokowi mampu menyamai rekor SBY yang bisa menuntaskan masa jabatan 10 tahun, ataukah Jokowi akan sama dengan presiden sebelumnya yang harus turun di tengah jalan, Jokowi sendiri yang harus menjawab. (*)
