Khofifah Dianggap Teledor, Tak Kunjung Isi Jabatan 17 Kepala OPD

waktu baca 1 menit
“Seharusnya gubernur peka karena posisi OPD itu sangat strategis sehingga perlu segera diisi. Kalau tidak kunjung diisi ini jelas mengganggu kinerja Pemprov,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Hadi Dediansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/2/2021).

SURABAYA, KEMPALAN: Tidak kunjung diisinya jabatan 17 kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim mendapat sorotan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dinilai teledor.

“Seharusnya gubernur peka karena posisi OPD itu sangat strategis sehingga perlu segera diisi. Kalau tidak kunjung diisi ini jelas mengganggu kinerja Pemprov,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Jatim, Hadi Dediansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/2/2021).

Menurut politisi asal partai Gerindra ini, seharusnya Gubernur Khofifah segera tanggap ketika melihat ada kepala OPD yang masuk purna tugas dan segera diisi.

“Jauh-jauh hari kalau tahu ada kadis yang mau pensiun segera dilakukan seleksi. Jangan sampai ada Plt kadis karena tak bisa mengambil kebijakan strategis,” sambun pria yang akrab disapa Cak Dedi ini

Pasalnya, lanjut Hadi Dediansyah, kalau diisi oleh Plt ia melihat kurang efektif. “Sampai sekarang optimalisasi dengan target kinerja kepala daerah tak maksimal. Seluruh OPD tidak siaga dalam menjalankan kinerja dari gubernur karena diisi oleh Plt,” jelasnya.

Seperti diketahui, sekarang ini tercatat ada 17 OPD di lingkungan Pemprov Jatim mengalami kekosongan pimpinan karena memasuki purna tugas dan meninggal dunia. Agar tak terjadi kekosongan, maka Gubernur Khofifah menempatkan Plt kepala di 17 OPD tersebut. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *