KEMPALAN-JAKARTA: Puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) dipergunakan oleh Presiden Joko Widodo untuk merespons pandangan yang mengatakan pemerintah anti kritik dan tidak mau menerima masukan.
Dalam sambutannya Jokowi mengatakan pemerintah membuka diri terhadap masukan insan pers. Sebab, jasa pers bagi kemajuan bangsa selama ini sangat besar. “Jasa Insan pers sangat besar bagi kemajuan bangsa selama ini dan di masa yang akan datang,” kata Jokowi dalam pidatonya di Puncak Peringatan HPN di Istana Negara, Selasa (9/2).
Jokowi juga mengimbau insan pers untuk bersama-sama menyuarakan optimisme, terutama dalam penanganan krisis Covid 19.
“Mari kita bersama-sama membangun harapan menyuarakan optimisme dan kita ingin berhasil melakukan penanganan krisis kesehatan, dengan penanganan krisis ekonomi dan juga ingin meraih banyak lompatan-lompatan kemajuan,” ujarnya.
Jokowi juga menyadari bahwa saat ini industri media tengah terdesak oleh perkembangan media sosial yang sangat masif dan cepat. Karena itu, pemerintah telah menampung aspirasi industri media melalui UU Cipta Kerja.
“Saya setuju ada konvergensi dan level playing field yang adil, sebagian aspirasi ini telah ditampung dalam Undang-Undang Cipta Kerja, yang saat ini barusan terbit PP-nya, yaitu PP tentang Pos Telekomunikasi dan Penyiaran. Namun demikian, pemerintah masih membuka diri terhadap aspirasi dari awak media,” katanya.
Jokowi menambahkan akan memerintahkan menteri-menterinya untuk merancang regulasi perlindungan bagi publisher sehingga manfaat ekonomi bisa dinikmati secara berimbang oleh semua media. “Perlu saya sampaikan juga bawa Undang-Undang Cipta Kerja juga mengatur tentang digitalisasi penyiaran dan ini perlu dioptimalkan oleh industri media, saya juga telah memperoleh laporan bahwa telah terbit permen yang mengatur tata kelola penyelenggara sistem elektronik lingkup privat,” tutur Jokowi.
Ditambahkan, aturan ini menata keseimbangan antara perkembangan ekonomi digital dan kedaulatan data, hal ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan konvergensi antara media konvensional dengan platform digital,” katanya. (dad)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi