Gas Tidak Beracun, Tapi Berpotensi Terjadi Ledakan
PEKANBARU – KEMPALAN : Semburan gas bercampur lumpur di Pondok Pesantren Al-Ihsan, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, terus dipantau tim dari Dinas ESDM Riau.
Hasil pemantauan pada Sabtu (6/2/2021), tim dari ESDM yang menggunakan kamera drone menemukan lubang semburan gas yang semakin lebar.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas ESDM Riau, Indra Agus Lukman. “Lubang semburannya terpantau semakin besar. Awalnya, lubang semburan hanya 3 inci. Sekarang, diameternya sudah mencapai 4 meter. Sedangkan semburan keatas belum bisa dipastikan berapa ketinggiannya,” ujarnya.
Selain itu, tim dari ESDM juga terus mengecek kemungkinan terjadinya retakan tanah di sekitar semburan. Jika ditemukan retakan tanah, maka lanjut Indra, radius aman dan evakuasi akan diperlebar. Tim gabungan juga terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap kondisi di lapangan.
“Besok pagi (Minggu pagi, red) tim akan melakukan rapat. Kami juga sudah menyurati Dirjen Migas di Kementerian ESDM,” ujarnya.
Berpotensi Terjadi Ledakan
Mengenai kekhawatiran jika semburan gas berpotensi terjadi ledakan, Indra membenarkan. Pasalnya, dari hasil pengecekan Lower Explosive Limit (LEL) hasilnya naik turun. Kadang tinggi kadang juga nol. Untuk mengantisipasi hal tersebut, saat ini radius aman juga sudah diperlebar,” sebutnya.
Hal senada diungkapkan Analis Program Energi Baru Terbarukan Dinas ESDM Riau, Darwin. Dia mengatakan, dari hasil pengukuran menggunakan alat gas detektor telah menunjukkan di ambang batas 6 persen LEL. Artinya, di angka itu bisa berpotensi terjadinya ledakan. Tetapi untuk kandungan gasnya tidak beracun karena hanya nol persen, ungkapnya.

Dijaga 30 Personil Kepolisian
Sementara itu, Polresta Pekanbaru dan Polsek Tenayan Raya tiap hari akan menyiapkan 30 personilnya untuk berjaga-jaga di lokasi semburan. Mereka adalah gabungan dari Polresta Pekanbaru dan Polsek Tenayan Raya,” kata Kapolres Pekanbaru, Kombespol Nandang Mu’min Wijaya. Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak ke lokasi semburan.
Seperti yang telah diberitakan Kempalan News, semburan gas dan lumpur tejadi pada Kamis (4/2/2021) siang saat sedang pengerjaan sumur bos. (Sofiah/rp)
