Kamis, 23 April 2026, pukul : 16:38 WIB
Surabaya
--°C

JLLB Ruas Sememi Masuk Tender APBD 2021, Pemkot Danai Rp105 Miliar

SURABAYA-KEMPALAN: Pembangunan jalan lingkar luar barat (JLLB) atau jalan JLLB kolektor tipe 2 ruas Sememi ke Utara bakal kembali berlanjut. Berdasarkan pantauan kempalan.com di situs lelang daring (online) Pemerintah Kota Surabaya, Rabu 3 Februari 2021, lelang ruas JLLB Sememi ke utara saat ini memasuki tahap pengumuman prakualifikasi dan download dokumen prakualifikasi.

Proses tender akan melalui beberapa tahapan, terlebih metode tender yang dipakai adalah prakualifikasi, bukan pascakualifikasi yang lebih kompleks. Adapun penandatanganan kontrak baru akan berlangsung pada 1 April 2021 mendatang.

Pembangunan JLLB ruas Sememi ke utara ini akan menelan dana Rp105.179.990.000,00 dari dana APBD Kota Surabaya tahun anggaran 2021 yang kini berkekuatan hampir Rp9 triliun rupiah. Tahun lalu, sejatinya Pemkot Surabaya hendak melanjutkan ruas JLLB Sememi ke utara ini. Namun, terhambat oleh refocusing anggaran APBD untuk penanganan pandemi.

Tahun ini pun sejumlah proyek mengalami pengalihan anggaran untuk pandemi Covid-19. Seperti proyek terowongan (tunnel) dari Kebun Binatang Surabaya menuju Terminal Intermoda Joyoboyo senilai Rp25 miliar yang ditunda pembangunannya tahun ini. Namun, JLLB ruas Sememi ke utara tampaknya lolos dari refocusing anggaran, karena tendernya justru kini muncul di laman tender Pemkot Surabaya.

“Kita menanti radial road dan JLLB tersambung penuh. Kami berharap pemerintahan Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Walikota Armuji akan melanjutkan JLLB dan radial road yang sudah dirintis oleh Bu Risma. Karena kalau tidak tersambung sama saja. Susah berharap dari jalan-jalan eksisting yang sempit dan macet seperti Lontar dan Lakarsantri,” ujar Senior Director PT Ciputra Development Tbk Sutoto Yakobus.

City Manager CitraLand Surabaya Nada Putri  mengungkapkan jika JLLB sudah tersambung, pihaknya akan menggenjot lagi pembangunan di Citraland. Salah satunya kawasan Citraland Utara akan dibangun kompleks komersial ala G-Walk di area Northwest. Northwest yang sejak 2016 sudah dilaunching beberapa cluster: Northwest Park, Northwest Lake, Northwest Hills hingga Northwest Central telah terbangun 3000-an rumah dan 200-an ruko di Kecamatan Benowo dan Kecamatan Pakal, Kota Surabaya. Ciputra memiliki 50 ha lahan di Pakal dan Benowo ini. Kawasan yang dulunya dipandang sebagai area belakang metropolis Surabaya.

PT Ciputra Development Tbk di township atau kota mandiri CitraLand Surabaya juga akan mengembangkan CitraLand Menganti yang sudah masuk area Gresik Selatan. “Pengembangan CitraLand Menganti sekitar kurang lebih 50 ha. Sekitar 15 ha untuk taman terbuka dan rekreasi. Di sana nanti ada fasilitas banyu mumbul. Sedangkan 35 ha sisanya untuk hunian dan fasilitas pendukung,” terang Senior Director PT Ciputra Development Tbk Sutoto Yakobus.

Bukan hanya Pemkot Surabaya dan Citraland yang membangun JLLB. Hingga Januari 2021, pengerjaan simpang susun tol Romokalisari dengan ruas jalan menuju stadion Gelora Bung Tomo (GBT), flyover Teluk Lamong, dan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) Surabaya Barat seksi Sememi sudah menunjukkan progress signifikan. Dilihat dari drone di ketinggian, urukan pasir putih sudah menyambung mulai dari tol Surabaya-Gresik Romokalisari menuju flyover Teluk Lamong, stadion GBT, dan mendekati ruas flyover JLLB Sememi yang masih putus.

Nilai simpang susun tol Romokalisari Surabaya Barat yang digarap PT Margabumi Matraraya melalui kontraktor Hutama Karya itu Rp600 miliar. Sementara flyover Teluk Lamong sepanjang 1,3 km milik Pelindo 3 menghabiskan anggaran Rp1 triliun lebih. Yang flyover Teluk Lamong ini sudah 90 persen selesai. Pelindo tinggal menyambungkan sedikit turunan ruas flyover menuju perempatan antara flyover Teluk Lamong, JLLB ruas utara Sememi, simpang susun tol Romokalisari, dan jalan akses ke stadion GBT.

Dalam pekerjaan simpang susun tol Romokalisari Surabaya Barat PT Margabumi Matraraya tidak bekerja sendiri. Sebagian pembangunan jalan dikerjakan oleh PT Mitra Karya Multiguna, unit bisnis Sinarmas Land di Surabaya. Jalan yang dikerjakan Sinarmas Land itu adalah JLLB yang menuju flyover JLLB Sememi.

Maklum saja, di sana Sinarmas Land kini memiliki landbank 429 ha. Lahan itu kembangkan bertahun-tahun mulai dari besaran 200-an ha. Lima tahun lalu, ratusan hektar lahan baru diakuisisi Sinarmas melalui tukar guling kepemilikan saham dengan satu developer lokal di Benowo. Ini adalah lahan terbesar yang dimiliki Sinarmas di luar area Jabodetabek, sekaligus lahan kosong pengembangan properti terbesar kedua secara value—di atas satu triliun rupiah—yang dimiliki Sinarmas di Tanah Air. (Freddy Mutiara)

 

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.