Kamis, 12 Februari 2026, pukul : 11:16 WIB
Surabaya
--°C

Taliban Tolak Tuduhan Dibayar Rusia

MOSKOW-KEMPALAN: Permasalahan 2020 silam mencuat lagi. Saat itu, pemerintah Amerika Serikat di bawah Donald Trump menuding pemerintah Rusia “membayar” Taliban, kelompok militan Afghanistan untuk membunuh pasukan koalisi (AS) di sana.

Laporan berkenaan dengan “imbalan Rusia” ini muncul setelah AS dan Taliban menandatangani perjanjian damai di Doha, Qarar pada akhir Februari. Tudingan ini ditolak oleh Sher Mohammad Abbas Stanikzai, salah seorang pimpinan politik Taliban berkaitan dengan “hadiah Rusia” ini sebagai kebohongan besar.

“Tidak ada seorangpun yang memberi kami imbalan untuk membunuh orang Amerika. Kami telah membunuh mereka semenjak 2001. Kami bertarung melawan mereka tanpa imbalan apapun,” ujar Stanikzai seperti yang dikutip dari Sputniknews,Jumat (29/1).

AS telah terlibat dalam operasi militer di Afghanistan semenjak serangan 9/11 dan telah gagal untuk mengalahkan Taliban atau membangun perdamaian di sana. Ada hal lain yang turut ditambahi oleh Stanikzai bahwa upaya pemerintah Joe Biden untuk meninjau kembali kesepakatan damai dengan Taliban tidak berarti bahwa AS akan membatalkan perjanjian. Jika hal itu terjadi, maka Taliban akan mempertahankan diri mereka.

Menurut liputan dari Forbes yang dikutip dari Jen Psaki, Seketeraris Pers Gedung Putih AS, permasalahan “imbalan Rusia” ini juga turut dibahas oleh Presiden AS Joe Biden ketika menghubungi Vladimir Putin, presiden Rusia pada Selasa (26/1). (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.