Filipina Buka Pintu untuk Pengungsi dari Afghanistan

waktu baca 2 menit
Harry Roque.

MANILA-KEMPALAN: Juru bicara kepresidenan Harry Roque memastikan bahwa pintu Filipina terbuka bagi pengungsi usai jatuhnya Kabul ke tangan Taliban. Ia menyampaikan ini untuk ribuan orang yang melarikan diri usai ibukota tersebut jatuh ke tangan kelompok militan itu.

“Sejak dahulu kala, Filipina telah memiliki yurisprudensi bahkan sebelum Konvensi Pengungsi Menyambut Pencari Suaka,” katanya dalam jumpa pers Istana yang dikutip Kempalan dari Philippine News Agency.

Mengutip keputusan Mahkamah Agung dalam kasus Kookooritchkin vs. Komisaris Imigrasi dan Deportasi, Roque mengatakan Filipina tidak akan ragu untuk menerima orang-orang yang melarikan diri dari tanah air mereka karena takut akan penganiayaan.

Dia juga mengutip sejarah Filipina membuka pintunya bagi para pengungsi termasuk Rusia Putih setelah Revolusi 1917 dan Yahudi Eropa selama Perang Dunia Kedua.

“Pencari suaka diterima di Filipina. Ketika tsar Rusia digulingkan, kami menerima mereka. Dalam Perang Dunia Kedua, kami menyambut orang-orang Yahudi ke negara kami. Semua orang yang perlu mencari perlindungan dari penganiayaan memiliki tempat di Filipina,” ujarnya.

Presiden Rodrigo Duterte sendiri menegaskan kembali kesediaan Filipina untuk menerima pengungsi dalam pidato pertamanya di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September 2020.

“Filipina terus menghormati tradisi kemanusiaan ini sesuai dengan kewajiban kami berdasarkan Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi dan Protokol 1967,” kata Duterte dalam pidatonya. Sementara itu, Roque mengatakan dia menyerahkannya kepada Departemen Luar Negeri (DFA) untuk mengomentari apakah Filipina akan mengakui dan membuka saluran diplomatik dengan Afghanistan. (PNA, reza hikam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *