Kerugian Ditaksir Capai Rp.1,7 M
KEMPALAN-BANGGAI: Sekira jam 17.00 Wita, Selasa (26/1) lalu, Kapal Motor Empat Bersaudara dikabarkan terbakar di perairan Bokep (Bokan Kepulauan, red), Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, Provinsi Sulawesi Tengah.
Kapolres Banggai Kepulauan, AKBP Reja Simanjuntak melalui Kapolsek Labobo Bangkurung, Iptu Utina kepada Radar Sulteng, Rabu (27/1) kemarin, membenarkan peristiwa naas yang menimpah KM Empat Bersaudara, kapal motor asal Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara.
Menurut perwira polisi berpangkat dua balak itu, berdasarkan keterangan yang diberikan oleh Yamin selaku nahkoda kapal dan 3 anak buah kapal (ABK)nya masing-masing, Arip, Sarip dan Karlin di lokasi evakuasi Desa Kasuari, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, keempatnya mengatakan bahwa pada Selasa (26/1), tepatnya sekira jam 04.00 Wita, kapal motor yang mengangkut 50 sak semen, 80 karung berang serta puluhan dos sembako itu, bertolak dari Pelabuhan Ferry Luwuk menuju Pelabuhan Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu.
Dalam perjalanan, ketika melintas di perairan Tanjung Pamali, Kabupaten Banggai Kepulauan, kapal motor tersebut mengalami kerusakan pada bagian mesin sehingga harus berlabuh di seberang pulau terdekat, tepatnya di Desa Lambako, Kecamatan Banggai, Kabupaten Banggai Laut untuk diperbaiki.
Karena hari semakin siang dan mesin yang diperbaiki sudah bisa digunakan kembali, tambah Utina, sekira jam 11.00 Wita, Yamin dan kawan kawan melanjutkan perjalanan hingga masuk di wilayah perairan Bokep, tepatnya di perairan antara Desa Timpaus dengan Desa Kasuari, lokasi dimana tenggelamnya speed boad yang mengangkut rombongan calon bupati dan wakil bupati Banggai Laut, beberapa waktu lalu.
Sayangnya, saat berada di tengah laut cuaca mulai tidak bersahabat. Ombak mulai bermunculan hingga membuat kapal motor terombang ambing. Naasnya, saat nahkoda KM Empat Bersaudara sementara mengemudikan kapal tersebut dengan cara mencari jalur aman, ternyata di dalam kapal ada salah seorang anak buah kapal sedang memasak air dengan mengunakan kompor.
Ternyata, goyangan ombak besar membuat kompor yang digunakan untuk memasak air terbalik dan terjatuh ke lantai kapal kayu tersebut.
Percikan api telah membuat keempat penumpang ketakutan hingga harus menyelamatkan diri dengan cara melompat ke lautan lepas. Hal itu terjadi karena mereka melihat si jago merah telah menyebar dan membakar sebagian badan kapal bersama isinya.
“Takut terbakar, jadi mereka lompat ke laut,” kata Iptu Utina.
Untung saja kala itu, tambah dia, ada nelayan asal desa Kasuari yang melihat peristiwa tersebut dan mendekat serta melakukan pertolongan kepada keempat penumpang KM Empat Bersaudara.
Ketika ditanyakan apakah benar di dalam kapal terdapat uang tunai sebesar Rp1 Miliyar, Kapolsek Labobo Bangkurung, Iptu Utina mengatakan, berdasarkan keterangan korban seperti demikian.
“Katanya seperti itu, ada uang hasil penjualan hasil bumi di Luwuk sebesar Rp.1 Miliyar di dalam kapal. Namun saya tidak bisa memastikannya,” tutur Iptu Utina.
Tapi yang pasti, sambungnya, dari hasil pemeriksaan ditemukan uang pecahan Rp100 ribu sejumlah Rp4 juta dan uang pecahan Rp50 ribu sejumlah Rp2 juta dalam kondisi terbakar.
Disinggung soal kerugian yang dialami atas peristiwa tersebut, Iptu Utina mengatakan, jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp1,7 Milyar.
Sementara di tempat terpisah, Kepala Pos Basarnas Luwuk, Dirman, saat dikonfirmasi koran ini membenarkan kejadian tersebut.
“Iya benar kejadiannya,” tutur Dirman singkat seraya menjelaskan bahwa mereka tidak bergerak ke lokasi kejadian, karena semua korban kecelakaan laut dalam keadaan selamat. (stv)









