Biden Janjikan Rekonsiliasi atas Perpecahan dan Kebencian

waktu baca 2 menit

Presiden terpilih Joe Biden merencanakan visi yang “positif, optimistik” bagi Amerika Serikat pada pidato pelantikannya pada Rabu (20/1/2021). Biden juga menjanjikan akan mengubah perpecahan dan kebencian yang terjadi selama empat tahun terakhir.

Pembantu senior Biden, Kate Bedingfield, yang bakal menjadi kepala komunikasi Biden, mengemukakan dalam tayangan ABC’s “This Week” bahwa pimpinan baru Negeri Paman Sam itu akan membangun dasar untuk bergerak maju. Dia sekaligus menyeru kepada semua rakyat Amerika untuk kembali bergandengan tangan.

“Saya yakin itulah yang diinginkan oleh rakyat Amerika di seluruh negeri. Mereka menginginkan pemerintahan yang fokus melakukan hal yang benar dan membantu rakyat dalam hidup kesehariannya,” ujar Kate Bedingfield. “Delapan puluh satu juta rakyat Amerika memilih Presiden Biden antara lain karena dia meletakkan visi bagi negeri ini yang membuat kita bisa bergandengan tangan lagi,” katanya.

Biden akan dilantik di sayap barat U.S. Capitol sore hari dalam sebuah seremoni empat tahunan dalam sejarah Negeri Paman Sam. Namun, pelantikan itu dicederai oleh ketegangan setelah ribuan pendukung Trump menyerbu Gedung Capitol, Rabu (6/1/2021).

Presiden Donald Trump pun menjadi presiden pertama dalam sejarah Amerika Serikat yang dimakzulkan dua kali oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS–dan merupakan satu dari tiga presiden yang pernah dimakzulkan. Pemakzulan pertama Trump terjadi tahun 2019.

DPR AS menyebut Trump telah melakukan penghasutan kepada massa pendukungnya yang berbuntut pada penyerangan gedung parlemen di Capitol Hill pada Rabu, 6 Januari 2021. Penyerangan ini terjadi setelah demo besar simpatisan Donald Trump di Washington.

Ulah Trump tak berhenti di situ. Trump juga mengabaikan tradisi yang sudah berlangsung selama 160 tahun. Tradisi presiden yang akan digantikan, akan menghadiri pelantikan penggantinya . Tradisi ini mendemonstrasikan transfer kekuasaan yang damai di Negeri Paman Sam. Trump bersikeras melewatkan pelantikan Biden, walaupun sikap wapresnya, Mike Pence, sebaliknya: tetap menghadiri pelantikan tersebut.

Trump justru berencana meninggalkan Washington pada hari pelantikan Biden tersebut dengan seremoni penghormatan red-carpet sembari dirinya memasuki pesawat kepresidenan Air Force One untuk menuju lokasi tetirahnya di Samudera Atlantik, Florida. Sebelum pergi, Trump juga diprediksi akan memberikan beberapa pengampunan, terutama bagi pendukung utamanya yang melakukan kejahatan atau menghadapi pengadilan. (FREDDY MUTIARA)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *