Senin, 27 April 2026, pukul : 11:06 WIB
Surabaya
--°C

Iran dan Israel Raya

Zionisme dengan cita-cita mendirikan negara Israel Raya, mengubah Masjidil Aqsa menjadi kuil Yahudi adalah ideologi yang berbahaya dan bisa jadi sumber konflik di kawasan Timur Tengah, bahkan dunia.

Oleh: M. Habib Purnomo W.

KEMPALAN: Kalau pada masa Covid 19 masyarakat dunia susah semua dan harus hidup dengan protokol kesehatan yang ketat, hari-hari ini masyarakat dunia juga mengalami masa susah bersama dampak dari diserangnya Iran oleh Amerika dan Israel.

Iran Israel Amerika pada masa negaranya berbentuk kerajaan (monarki) dengan raja (Syah Reza Pahlevi) mereka adalah bestie atau ce es atau sohib karib, logistik Israel pun di-supplay dari Iran.

Pada masa lalu, lalu sekali, Palestina dan wilayah Israel sekarang adalah wilayah punya Iran (Persia) tapi kadangkala jadi wilayahnya Romawi.

Tapi apa boleh di kata, di Iran tahun 1979 terjadi revolusi dan Iran negaranya berubah bentuk menjadi republik dan keluarga raja Reza Pahlevi kabur ke Eropa, pada masa republik ini hubungan dekat Israel dengan Iran putus dan Iran berganti posisi menjadi pembela Palestina.

Israel dan Amerika tidak terima diputus hubungannya oleh Iran dan sejak tahun 1979 apapun dilakukan Israel dan Amerika dengan tujuan untuk hancurkan Iran, mantan bestie ini.

Perang Irak dengan Iran pada masa lalu direkayasa Israel dan Amerika untuk lumpuhkan kekuatan Iran, embargo ekonomi dilakukan hingga 47 tahun ini dan puncaknya sekarang ini Iran diserang oleh Israel dan Amerika.

Publik sekarang melihat walau sudah dikeroyok Amerika dan Israel faktanya Iran bukan hanya mampu melawan tapi berhasil hancurkan pangkalan militer Amerika di Arab Saudi, Qatar, UEA, Irak dan di berbagai tempat lainnya, Iran pun maju selangkah dengan kendalikan selat hormuz yang jadi urat nadi lalu lintas berbagai kebutuhan pokok dunia.

Israel pun menit pertama Israel dan Amerika menyerang Iran dibalas oleh Iran, di mana berbagai wilayahnya Israel dihujani rudal-rudalnya Iran dengan daya rusak yang luar biasa.

Israel dan Amerika sekarang ini pede menyerang Iran setelah presiden Suriah Bassar Al Assad berhasil digulingkan dan presiden Suriah yang baru Ahmed Al Syar’a dengan mediasi Pangeran MBS sudah dua kali silaturahmi ke Presiden Donald Trump.

Suriah negara yang berbatasan langsung dengan wilayah yang diduduki Israel posisinya sangat strategis, pada masa Presiden Bassar Al Assad senjata-senjata canggih Iran dan Rusia moncongnya sudah dalam posisi siap tembak menghadap ke Israel, terbayang.

Bila situasi seperti sekarang ini dan senjata Iran masih bercokol di perbatasan Suriah dengan Israel maka dengan hitungan menit dan detik rudal-rudal canggih Iran sudah sampai di sasarannya di Israel, bila Bassar Al Assad belum jatuh tidak mungkin Israel dan Amerika berani menyerang Iran karena senjata Iran ada di perbatasan Suriah-Israel.

Menggulingkan rezim Bassar Al Assad yang didukung Rusia dan China bukan perkara mudah, konflik berdarah yang korbankan ratusan ribu rakyat Suriah yang direkayasa zionis ternyata tetap saja tidak berhasil gulingkan rezim Bassar Al Assad, bahkan ISIS yang ada di Suriah pun berhasil disapu oleh Rusia.

Strategi perang antara NATO yang dipimpin Amerika melawan Rusia di Ukraina sebabkan Rusia tidak fokus lagi perhatiannya membela mitranya yaitu Bassar Al Assad di Suriah dan strategi Amerika ciptakan perang di Ukraina terbukti berhasil dengan mudah gulingkan Presiden Basar Al Asad dan senjata-senjata canggih Rusia dan Iran yang berada di perbatasan Suriah dengan Israel terpaksa ditarik ke negara masing-masing, sekarang Bassar Al Assad tinggal di Moskow Rusia.

Kini ketika mulai ada tanda-tanda Amerika akan mengakhiri perangnya melawan Iran, sayup-sayup mulai terdengar kabar Israel akan menyerang Turki, untuk apa sih Israel harus menyerang negara-negara tetangganya.

Sebenarnya Israel ini hanya negara mini dengan penduduk kurang dari 10 juta jiwa, itu pun sebagian adalah orang Arab yang jadi warga negara Israel, kalau dibandingkan dengan penduduk propinsi Jawa Timur yang lebih dari 40 juta jiwa, namun Israel punya kekuatan andalan yaitu negara adi daya Amerika yang sebagai pelindungnya.

Sebagaimana yang dinyatakan PM Benjamin Netanyahu bahwa zionisme memiliki visi negara Israel Raya yang wilayahnya meliputi Israel sekarang ditambah Mesir, Yordania, Suriah, Lebanon dan sebagian wilayah Arab Saudi.

Dengan konsep negara Israel Raya artinya bagi Israel tidak ada Palestina merdeka, walau pun sekarang ini mayoritas warga dunia dan negara anggota PBB sudah akui Palestina merdeka kecuali Israel, Amerika, Argentina, Papua Nugini dan beberapa negara kecil.

Zionisme dengan cita-cita mendirikan negara Israel Raya, mengubah Masjidil Aqsa menjadi kuil Yahudi adalah ideologi yang berbahaya dan bisa jadi sumber konflik di kawasan Timur Tengah, bahkan dunia.

Ini yang harus dilawan oleh masyarakat dunia, dasar Israel dan Amerika serang Iran pun adalah untuk memperlancar realisasi ideologi zionisme ini.

*) M. Habib Purnomo W., Pemerhati Politik Internasional

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.