Rabu, 22 April 2026, pukul : 18:35 WIB
Surabaya
--°C

Fasilitasi 12.585 Peserta, Rektor ITS Tinjau Langsung Hari Pertama UTBK 2026


SURABAYA-KEMPALAN: Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali dipercaya menjadi pusat pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Tak ingin sekadar memantau dari jauh, Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MSc Eng PhD beserta jajarannya turun langsung mengecek kesiapan sejumlah lokasi ujian pada hari pertama pelaksanaan UTBK di ITS, Rabu (22/4) pagi.

Guru Besar Departemen Teknik Mesin ITS itu langsung melakukan inspeksi di Gedung Tower 1 ITS sebagai salah satu titik pelaksanaan ujian. Ia tampak puas dengan kondisi ruangan yang dinilai sudah siap dan kondusif untuk peserta. “Sisi pelaksanaan dan jumlah pengawas sudah cukup baik,” ungkapnya.

Dari sisi keamanan, ITS menerapkan prosedur skrining yang ketat di setiap ruangan. Setiap peserta diperiksa menggunakan metal detector, termasuk pengecekan menyeluruh terhadap jam tangan, kacamata, hingga aksesori yang berpotensi menjadi alat komunikasi. “Semua hal yang mencurigakan kami periksa agar tidak ada kecurangan,” tegas Bambang.

Tak hanya pada saat ujian berlangsung, ITS juga menyiapkan mitigasi pascaujian melalui teknologi face recognition berbasis Artificial Intelligence (AI). “Teknologi ini kami gunakan untuk memastikan peserta yang mendaftar, mengikuti ujian, dan melakukan daftar ulang adalah orang yang sama,” ujar alumnus S1 Teknik Mesin ITS tersebut.

Bambang juga menyoroti tingginya antusias peserta yang sudah berdatangan jauh sebelum waktu ujian dimulai. Sebagai bentuk peningkatan pelayanan, Kantin Pusat ITS juga akan beroperasi atau buka lebih awal jam 05.30 WIB, sehingga peserta maupun pengantar bisa sarapan terlebih dahulu sebelum ujian. Selain itu, juga disediakan ruang tunggu baik untuk peserta maupun pengantar yang memadai di lokasi ujian, serta lima posko informasi UTBK di area kampus.

Tahun ini, ITS melayani 12.585 peserta yang tersebar di 48 titik lokasi ujian di seluruh kampus. Pelaksanaan berlangsung mulai 22 – 29 April, kecuali 26 April, dengan dua sesi setiap harinya kecuali hari Jumat yang hanya satu sesi. Rata-rata sekitar 1.022 peserta mengikuti ujian setiap sesinya.

Sementara itu, pada sesi pertama di hari pertama pelaksanaan UTBK di ITS tercatat sebanyak 38 peserta tidak hadir dan 13 peserta tercatat melakukan pelanggaran administrasi. Pelanggaran administrasi ini di antaranya adalah tidak membawa ijazah SMA/SMK sederajat atau surat keterangan sebagai siswa kelas XII dari sekolah.

Tak hanya ke lokasi ujian, peninjauan Rektor berlanjut ke Direktorat Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (DPTSI) ITS yang bertempat di Gedung Research Center ITS lantai 4, untuk memantau langsung kondisi server dan jaringan utama yang menunjang pelaksanaan UTBK. “Kami ingin memastikan sistem jaringan yang dipakai berjalan lancar,” imbuh orang nomor satu ITS tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi (PTSI) ITS Bagus Jati Santoso SKom PhD menegaskan bahwa pihaknya meningkatkan jumlah server dari dua menjadi tiga unit guna memperlancar pengiriman jawaban ke pusat. “Jaringan internet pun diperkuat dengan mengalihkan perkuliahan mahasiswa ke daring,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan UTBK yang tertib dan didukung teknologi andal, ITS menegaskan perannya dalam menciptakan akses seleksi perguruan tinggi yang adil dan setara bagi seluruh calon mahasiswa Indonesia. Hal ini sejalan dengan komitmen ITS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.