Selasa, 26 Mei 2026, pukul : 20:40 WIB
Surabaya
--°C

Bukti Nyata Ukhuwah: Hari Ber-Muhammadiyah Semarang Dikawal Banser, Lelang Masjid Hasilkan Rp 205 Juta

SEMARANG-KEMPALAN: Pemandangan menyejukkan merepresentasikan ukhuwah Islamiyah tersaji saat perhelatan akbar Hari Ber-Muhammadiyah Semarang 2025 yang dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Genuk, Jalan Dong Biru, Ahad (12/4/2026).

Anggota Banser NU turun langsung berkolaborasi mengamankan jalannya kegiatan.yang dihadiri ribuan jamaah persyarikatan.

Momen kerukunan di akar rumput tersebut kian semarak dengan antusiasme luar biasa jamaah dalam lelang renovasi Masjid At Taqwa Muhammadiyah di Genuk Semarang yang berhasil menghimpun dana ratusan juta rupiah dalam waktu singkat.

Sinergi Muhammadiyah-NU di Akar Rumput

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. Fachrur Rozi, MAg. menegaskan bahwa perhelatan ini membawa pesan persaudaraan yang inklusif dan kerja sama lintas elemen yang nyata.

Kehadiran personel Banser NU dalam mengawal acara ini menjadi simbol kuat bahwa perbedaan organisasi bukan penghalang bagi persatuan umat.

“Perhelatan ini bukan sekadar unjuk eksistensi organisasi, melainkan wujud nyata ukhuwah Islamiyah. Kehadiran saudara-saudara Banser NU yang turut mengamankan acara membuktikan bahwa perbedaan wadah tidak pernah menghalangi persaudaraan sejati di akar rumput,” tegas Dr. Fachrur Rozi.

Sinergi ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi Semarang yang semakin kondusif dan religius.

Lelang Kilat 15 Menit Tembus Rp 205 Juta

Ghirah jamaah untuk berkontribusi dalam pembangunan sarana ibadah telah menunjukkan angka yang sangat impresif. Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah penggalangan dana untuk renovasi Masjid At Taqwa Muhammadiyah Genuk Semarang Bangunan masjid tersebut direncanakan memiliki tiga lantai dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp 2,8 miliar.

BACA JUGA  AS Siapkan Serangan Militer Baru ke Iran, Garda Revolusi Ancam Beri Balasan Telak

Meski penggalangan dana dimulai dari angka nol rupiah, antusiasme warga persyarikatan luar biasa saat sesi lelang berlangsung. Hanya dalam kurun waktu 15 menit, dana yang terkumpul secara spontan menembus angka Rp 205 juta.

Capaian ini menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi umat jika dikelola dengan semangat gotong royong dan transparansi untuk kepentingan dakwah Islam.

Pesan Islam Berkemajuan dari Pimpinan Pusat

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. H. Agus Taufiqurrohman, SpS, MKes, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi apik yang difasilitasi oleh PDM Kota Semarang bersama-sama pemerintah kota dan elemen organisasi lainnya.

“Kami merasa bersyukur PDM Kota Semarang mempersiapkannya begitu bagus. Tapi yang luar biasa ini kolaborasi dengan pemerintah kotanya bagus, bahkan didukung oleh teman-teman dari MWC NU. Ini betul-betul Hari Ber-Muhammadiyah yang sekaligus menjadi silaturahmi yang begitu luar biasa. Semarang semakin baik Muhammadiyah-nya,” ujar Dr. Agus Taufiqurrohman.

Ia juga mengingatkan bahwa inti dari setiap gerakan persyarikatan adalah menebar manfaat secara luas. “Muhammadiyah harus terus membawa Islam yang mencerahkan dan berkemajuan, serta memberi kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa hingga kemanusiaan global. Penghidmatan itu harus dijaga dengan spirit ikhlas mengharap ridho Allah agar setiap langkah mendapatkan keberkahan,” tambahnya.

BACA JUGA  Siasat Akademik SMA ITP Surabaya: Mengantar 30 Siswa Menembus PTN Favorit pada SNBT 2026

Selain Ketua PP Muhammadiyah, tampak pula Wakil Walikota Semarang Ir. H. Iswar Aminudin, MT yang hadir langsung di acara Hari Ber-Muhammadiyah Kota Semarang 2026.

Aisyiyah dan Komitmen Kemanfaatan Umat

Senada dengan semangat kemanfaatan tersebut, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Semarang, Aminah Kurniasih, MPd menekankan bahwa keterlibatan aktif perempuan dalam setiap gerak dakwah adalah kunci dari keberhasilan program persyarikatan. Keberhasilan lelang masjid juga tidak lepas dari dukungan penuh ibu-ibu ‘Aisyiyah.

“Aisyiyah sebagai organisasi perempuan pendamping Muhammadiyah, dalam setiap gerakannya harus dapat memberikan manfaat untuk masyarakat. Amal usaha yang dijalankan harus bermanfaat. Jadi ke mana pun melangkah, harus menghadirkan kemaslahatan,” tegas Aminah Kurniasih.

Hari Ber-Muhammadiyah Semarang 2026 juga menutup rangkaian acaranya dengan optimisme tinggi. Sinergi antara Muhammadiyah, NU, dan elemen pemerintah membuktikan bahwa kolaborasi harmonis adalah fondasi utama dalam mewujudkan peradaban bangsa yang damai, toleran, dan berkemajuan. (*)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.