Sabtu, 2 Mei 2026, pukul : 19:59 WIB
Surabaya
--°C

MAHAKARYA DARI BALIK BADAI: Tjiwi Kimia Sulap ‘Kiamat’ Limbah Jadi Tambang Rupiah, Gandeng Pers Guncang Pasar Dunia!

SIDOARJO – KEMPALAN: Di perbatasan Sidoarjo-Mojokerto, raungan mesin raksasa PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk bukan sekadar bising industri. Itu adalah simfoni perlawanan. Di balik tembok megahnya, tersimpan kisah heroik sebuah korporasi yang nyaris karam dihantam badai krisis global, namun berhasil bangkit dengan cara yang tak lazim: menjinakkan limbah dan merangkul kuli tinta.
Dalam gelaran Halal Bihalal yang penuh kehangatan bersama puluhan jurnalis Sidoarjo dan Mojokerto, Public Affairs Manager PT Tjiwi Kimia, Benny Heryawan, membuka tabir sejarah yang selama ini tersimpan rapat. Ia membedah bagaimana perusahaan sempat berada di “titik nadir” sebelum akhirnya melakukan lompatan kuantum.
“Kami tidak berdiri di atas karpet merah. Tjiwi Kimia pernah berdarah-darah dihantam kerikil tajam krisis global. Tapi bagi kami, karyawan adalah napas, bukan beban yang harus dipangkas,” tegas Benny dengan nada bergetar, disambut takjub awak media.
Revolusi Hijau: Mengubah ‘Kutukan’ Sampah Menjadi Berkah


Yang paling bombastis adalah keberanian Tjiwi Kimia melakukan rekayasa industri terhadap masalah paling krusial: Sampah. Tjiwi Kimia membuktikan bahwa limbah kertas (waste paper) dari pasar domestik dan global bukan lagi residu tak berguna, melainkan bahan baku utama yang disulap menjadi produk kertas bernilai ekspor tinggi.
Tak hanya itu, perusahaan berhasil mengonversi sludge (limbah padat hasil pengolahan air limbah) menjadi bahan bakar alternatif (biomassa) dan bahan bangunan seperti batako. Inovasi ini memangkas biaya energi secara signifikan sekaligus menghasilkan pundi-pundi rupiah dari efisiensi sirkular.
“Dulu sampah adalah masalah, sekarang kami ubah menjadi peluang emas. Kami membuktikan bahwa industri kertas modern bisa bernapas seirama dengan alam. Kami tidak hanya menjual kertas, kami menjual masa depan yang berkelanjutan,” tegas Benny optimis.


CSR: Memberdayakan Ekonomi dari Akar Rumput


Sejalan dengan keuntungan yang diraih, Tjiwi Kimia tak lupa membumi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang progresif. Perusahaan aktif menggerakkan ekonomi warga sekitar melalui pembinaan UMKM berbasis kertas dan program pemberdayaan kaum perempuan di desa-desa penyangga.
Salah satu pilar utamanya adalah dukungan pada pendidikan dan kesehatan masyarakat, memastikan bahwa kejayaan ekonomi perusahaan juga menetes hingga ke meja makan warga Sidoarjo dan Mojokerto.


Sinergi Tanpa Sekat: Media Bukan Penguji, Tapi Amunisi


Benny menegaskan bahwa keberhasilan melewati lubang jarum krisis tak lepas dari peran vital pers. Di saat spekulasi liar bisa meruntuhkan harga diri perusahaan, media hadir sebagai jangkar kebenaran.
“Media dan Tjiwi Kimia adalah dua sisi mata uang. Saat badai datang, rekan-rekan pers tidak menghakimi kami, melainkan berdiri sebagai mitra strategis yang mengedukasi publik dengan fakta yang membangun,” tambahnya.
Sentuhan Bijak Ketua PWI Sidoarjo
Menanggapi transformasi ini, Ketua PWI Sidoarjo, Mustain, memberikan apresiasi mendalam. Menurutnya, keterbukaan Tjiwi Kimia adalah teladan bagi korporasi lain.
“Apa yang dilakukan Tjiwi Kimia adalah sebuah legacy. Saat perusahaan berani jujur tentang krisis dan berinovasi dengan limbah, di situlah kepercayaan publik terbangun. Kami di PWI melihat ini sebagai kolaborasi cerdas; Tjiwi Kimia menjaga ekonomi, kami menjaga kewarasan informasi,” pungkas Mustain.
Kini, dengan amunisi inovasi limbah sirkular dan dukungan pers yang solutif, raksasa kertas ini siap mengubah setiap tantangan menjadi kejayaan yang manis di pasar dunia.(Ambari Taufiq/M Fasichullisan)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.