JAKARTA-KEMPALAN: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara, Kamis (2/4). Meski demikian, BMKG masih mencatat adanya kenaikan muka air laut di sejumlah wilayah terdampak.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa gempa terjadi pada koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, atau sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa ini tergolong dangkal dan dipicu aktivitas subduksi di Laut Maluku dengan mekanisme sesar naik (thrust fault).
“Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat kenaikan muka air laut di beberapa titik, seperti Halmahera Barat setinggi 0,30 meter dan Bitung 0,20 meter,” ujar Faisal dalam keterangannya di Jakarta.
Selain itu, kenaikan muka air juga terdeteksi di Sidangoli (0,35 meter), Minahasa Utara (0,75 meter), Belang (0,68 meter), dan Bumbulan (0,13 meter). Meski sempat memicu kewaspadaan, BMKG memastikan peringatan dini tsunami telah berakhir pada pukul 09.56 WIB.
Sementara itu, Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida mengungkapkan bahwa gempa berdampak di tiga provinsi, yakni Maluku Utara, Sulawesi Utara, dan Gorontalo. Di Kota Ternate, guncangan dirasakan dengan intensitas V–VI MMI yang menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah serta menimbulkan kerusakan ringan pada bangunan.
Getaran juga dirasakan di Manado dengan intensitas IV–V MMI, sementara wilayah Gorontalo seperti Bone Bolango dan Gorontalo Utara mengalami intensitas III MMI. Adapun di Kabupaten Boalemo dan Pohuwato, getaran tercatat pada skala II–III MMI.
“Hingga pukul 09.50 WIB, tercatat 48 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai M5,5,” kata Nelly.
Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono memastikan pihaknya akan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan dampak gempa, baik makroseismik maupun mikroseismik. BMKG juga akan memasang alat seismograf portabel di wilayah Maluku Utara dan Ternate guna memperkuat pemantauan aktivitas gempa susulan.
Sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, di antaranya Gedung KONI Sario di Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.
BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan serta memastikan kondisi bangunan aman sebelum kembali beraktivitas.
“Kami meminta masyarakat memeriksa struktur bangunan. Jika terdapat kerusakan atau retakan, sebaiknya tidak langsung masuk ke dalam ruangan,” kata Plt Direktur Seismologi Teknik BMKG A. Fachri Radjab. (Andra Jatmiko)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi