Sabtu, 30 Mei 2026, pukul : 09:12 WIB
Surabaya
--°C

Pemugaran Sayap Barat Grahadi Dimulai, Ditarget Rampung 25 Oktober 2026

Gubernur Khofifah Indar Parawansa melakukan pemotongan tumpeng sebagai tanda dimulainya pemugaran sayap barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (1/4).

SURABAYA-KEMPALAN: Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi memulai pemugaran sayap barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (1/4). Pemugaran ini sebagai tindak lanjut atas kerusakan bangunan cagar budaya akibat kebakaran pada akhir Agustus 2025 lalu.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memulai proses pemugaran dengan pemotongan tumpeng yang dilanjutkan penyesetan tembok (groundbreaking).

Ia menegaskan, restorasi dilakukan dengan prinsip pelestarian cagar budaya, dengan menjaga kemiripan bentuk dan material bangunan asli.

“Apa yang dulu dijadikan konstruksi, kita memaksimalkan keserupaan dan kemiripan dengan bangunan aslinya,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan, material yang digunakan pun disesuaikan dengan konstruksi awal bangunan. Kapur sebagai bahan perekat—yang dahulu didatangkan dari Belanda—kini diimpor dari Jerman guna mempertahankan karakter asli bangunan.

BACA JUGA  Kanit Binmas Polsek Krembung Apresiasi Perkembangan Tanaman Jagung di Desa Lemujut

Gubernur Khofifah menyeset dinding tembok sayap barat Gedung Negara Grahadi.

Khofifah memastikan pemugaran hanya difokuskan pada sayap barat yang terdampak kebakaran. Sementara bagian lain Gedung Negara Grahadi yang masih utuh tidak akan dirombak demi menjaga nilai historisnya.

Menurutnya, kerusakan Grahadi sempat menjadi perhatian pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap insiden ini menjadi pengingat pentingnya menjaga cagar budaya secara kolektif.

“Ke depan, kita harus memiliki rasa tanggung jawab bersama untuk menjaga dan melestarikan semua cagar budaya yang kita miliki,” tegasnya.

Habiskan Anggaran Rp 12,76 Miliar

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (PRKP) Jatim I Nyoman Gunadi mengungkapkan, proyek ini menelan anggaran Rp12,76 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur. Pemugaran ditargetkan rampung dalam 210 hari kalender, terhitung mulai 30 Maret hingga 25 Oktober 2026.

BACA JUGA  Kanit Binmas Polsek Krembung Rawat Jagung Hibrida Dukung Swasembada Pangan

Nyoman menjelaskan, sejumlah teknik khusus diterapkan untuk menjaga nilai heritage sekaligus memperkuat struktur bangunan. Di antaranya penambahan ring balok sebagai penguat, serta penggunaan kapur khusus agar dinding tetap “bernapas” dan memiliki sirkulasi udara alami.

Selain itu, detail elemen bangunan juga diperhatikan secara khusus. Engsel pintu dan jendela dipesan dari pengrajin di Sumenep, kusen menggunakan kayu jati berlegalitas Perhutani, serta lantai menggunakan marmer yang selaras dengan bangunan utama.

Ia menegaskan, seluruh proses pemugaran diawasi ketat dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Tim Ahli Cagar Budaya Kota Surabaya, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XI Jawa Timur, hingga tenaga ahli pemugaran bersertifikat dari Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Timur.

Sebagai informasi, sayap barat Grahadi telah ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya berdasarkan SK Wali Kota Surabaya tahun 1996. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.