Selasa, 30 Juni 2026, pukul : 21:45 WIB
Surabaya
--°C

Sambut Nyepi-Idul Fitri, Wali Kota Eri: Tetap Jaga Suasana Kondusif!

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin apel pasukan di Halaman Balai Kota Surabaya, Senin (16/3) sore.

SURABAYA-KEMPALAN: Menjelang peringatan hari besar keagamaan yang jatuh berdekatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama jajaran Forkopimda menggelar Apel Pasukan Pengamanan Hari Raya Nyepi 2026 dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Acara yang berlangsung di Halaman Balai Kota Surabaya, Senin (16/3) sore ini, menjadi simbol kesiapan kota dalam menjaga kondusivitas di tengah keberagaman.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang memimpin langsung apel tersebut, menekankan bahwa tahun ini memiliki makna khusus karena perayaan Nyepi bagi umat Hindu dan Idul Fitri bagi umat Islam berlangsung dalam waktu yang hampir bersamaan.

Dalam arahannya, Wali Kota Eri Cahyadi mengingatkan bahwa Surabaya adalah kota yang dibangun di atas fondasi toleransi yang kuat. Ia meminta seluruh jajaran untuk memastikan setiap warga, tanpa memandang agama, dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan nyaman.

BACA JUGA  Gerakan Rakyat Maluku Utara Resmi Kantongi SKT Partai Politik dari Kanwil Kemenkum

“Kota Surabaya ini adalah kota yang penuh dengan toleransi dan keberagaman. Dengan berbarengannya Nyepi dan Idul Fitri, tetaplah kita menjaga suasana kondusif. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri ini, juga memberikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh personel TNI, Polri, serta jajaran kecamatan dan kelurahan yang tetap bertugas di saat sebagian besar masyarakat menikmati waktu libur bersama keluarga.

Ia menyebut dedikasi para petugas sebagai bentuk pengabdian dan ibadah kepada Tuhan SWT. “Saya juga meminta keikhlasan para petugas yang harus menunda waktu mudik demi menjaga keamanan kota,” imbuhnya.

Mengingat tingginya mobilitas warga yang keluar-masuk Surabaya atau mudik, Wali Kota Eri Cahyadi menekankan, pentingnya kolaborasi hingga tingkat terbawah. Ia menginstruksikan jajarannya berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW untuk memantau wilayah perkampungan yang ditinggal penghuninya.

“Pemerintah tidak bisa sendiri. Kita harus bersama-sama dengan warga di tingkatan RT dan RW. Tujuannya jelas, agar kegiatan negatif dapat kita eliminasi, dan warga yang meninggalkan Surabaya merasa yakin bahwa rumah mereka tetap aman,” tegasnya.

Menutup rangkaian apel, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan bagi seluruh petugas dan warga Kota Surabaya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.