Muzani menyebutkan Try Sutrisno berpesan agar amendemen dilakukan untuk menjaga persatuan. Amendemen juga dilakukan untuk menjalin kelangsungan negara yang lebih baik.
Oleh: Sutoyo Abadi
KEMPALAN: Ketua MPR RI Ahmad Muzani turut hadir dalam prosesi salat jenazah Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno. Muzani mengungkapkan keinginannya akan adanya amendemen UUD 1945 dari Try Sutrisno saat masih hidup.
“Beliau pernah ngomong kepada kami pada saat Lebaran tahun yang lalu, beliau ingin sebelum meninggal ada amendemen Undang-Undang Dasar ’45 yang kelima dan beliau ingin itu dilakukan sebelum beliau wafat. Itu saya camkan betul amanat, pesan dari beliau kepada kami sebagai pimpinan MPR ketika itu,” kata Muzani kepada wartawan di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Muzani menyebutkan Try Sutrisno berpesan agar amendemen dilakukan untuk menjaga persatuan. Amendemen juga dilakukan untuk menjalin kelangsungan negara yang lebih baik.
Pada tanggal 3 Maret 2026 via telepon dari Jenderal Purn TNI Tyasno tentang informasi di atas, dibantah keras bahwa informasi dari Ketua MPR RI Ahmad Muzani bohong besar, karena dalam komunikasi yang sangat inten dan terus- menerus kedua tokoh itu bahwa Pak Try Sutrisno sangat konsisten keinginannya adalah negara segera kembali ke Pancasila dan UUD 1945 asli.
Sama sekali tidak ada keinginan Try Sutrisno untuk amandemen UUD 1945 ke-5. Kalaulah harus ada penyempurnaan UUD 45 pintunya hanya dengan Addendum untuk pasal pasal terbatas yang diawasi dengan ketat tanpa merubah pasal UUD 1945.
Niat awal sebelum UUD 1945 diacak-acak sampai 95 % pasalnya diubah dan menjadi UUD 2002, addendum hanya menyangkut tiga hal:
– Mempertegas Pasal 7 yang cukup singkat dan multitafsir: “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatannya selama masa lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali.”
– Mempertegas komposisi anggota MPR tentang Urusan Daerah dan Golongan, dan
– Mempertegas tentang Hak Asasi Manusia (HAM).
Tiba-tiba masuk kekuatan asing merubah UUD 1945 menjadi UUD 2002.
Jenderal Purn Tyasno Sudarto meminta Ketua MPR Ahmad Muzani untuk menghentikan kebohongannya seolah-olah Pak Try Sutrisno meminta ada amandemen ke-5, memanfaatkan bersamaan waktunya beliau kembali ke Rahmatullah (wafat).
*) Sutoyo Abadi, Koordinator Kajian Politik Merah Putih

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi