FOTO: Reuters
TEHERAN-KEMPALAN: Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer ke Iran pada Sabtu, dengan sasaran yang disebut-sebut mencakup lingkaran elite kepemimpinan negara tersebut. Aksi ini memperuncing ketegangan di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik bersenjata di kawasan.
Seperti dikutip dari reuters, Presiden Donald Trump menyatakan operasi tersebut dimaksudkan untuk menetralkan ancaman terhadap keamanan Amerika Serikat serta membuka peluang bagi rakyat Iran menentukan arah politiknya sendiri.
Serangan bersama oleh Amerika Serikat dan Israel itu membuat negara-negara Teluk dalam kondisi siaga, terutama mengingat posisi strategis kawasan sebagai pusat produksi dan distribusi energi dunia.
Seorang pejabat Israel mengungkapkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta Presiden Ebrahim Raisi termasuk dalam daftar target. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi mengenai dampak langsung operasi tersebut terhadap para tokoh dimaksud.
Sumber yang memahami dinamika keamanan di Teheran menyebut Khamenei tidak berada di ibu kota saat serangan terjadi dan telah dipindahkan ke lokasi yang dirahasiakan. Di sisi lain, laporan dari dalam negeri Iran menyebut sejumlah komandan senior dan pejabat politik yang terkait dengan Garda Revolusi Iran dilaporkan tewas, meski belum dikonfirmasi secara resmi oleh otoritas setempat.
Iran Luncurkan Serangan Balasan
Menanggapi aksi tersebut, Garda Revolusi Iran mengklaim telah menembakkan rudal ke pangkalan militer Israel dan Amerika Serikat. Ledakan dilaporkan terdengar di Teheran dan juga di Tel Aviv, pusat bisnis Israel.
Perkembangan ini semakin memperkecil ruang diplomasi terkait sengketa program nuklir Iran dengan negara-negara Barat. Ketegangan yang meningkat juga berdampak pada sektor penerbangan, dengan sejumlah maskapai internasional membatalkan atau mengalihkan rute penerbangan dari dan menuju kawasan Timur Tengah.
Pengamat hubungan internasional menilai konfrontasi terbaru antara Iran dan rival-rivalnya berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih luas apabila tidak segera diredam melalui jalur diplomatik. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan lanjutan dari Washington maupun Tel Aviv mengenai langkah berikutnya.(Andra Jatmiko)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi