Kamis, 30 April 2026, pukul : 11:42 WIB
Surabaya
--°C

Wali Kota Eri: Diduga Korupsi di KBS Berlangsung Sejak 2013

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

SURABAYA-KEMPALAN: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menanggapi soal adanya dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan PD Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya (PD TSKBS).
Ia pun meminta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur untuk melakukan audit keuangan secara independen. 

Wali Kota Eri mengatakan, dugaan ini muncul sudah sejak tahun 2013. Menurutnya, saat itu ada kejanggalan audit neraca keuangan di lingkungan PD TSKBS. Karena ada temuan tersebut, akhirnya ia meminta agar ada tim audit independen di tahun 2023. 

“Maka saya minta di tahun 2023 dilakukan oleh tim independen. Saya tidak mau yang ditunjuk oleh PD TSKBS. Karena apa? Sejak tahun 2013 itu ada temuan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” kata Wali Kota Eri, Jumat (6/2).

Adanya temuan tersebut, Wali Kota Eri meminta Kejati Jatim untuk memeriksa neraca keuangan tersebut dan membentuk tim audit independen.

“Setelah tim audit independen itu terbentuk, ternyata hasilnya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Siapa yang salah ya ditaruh, karena itu uang rakyat,” ujarnya. 

Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu mengungkapkan, dari tahun 2023 ia meminta kepada seluruh BUMD untuk melakukan pendampingan audit neraca keuangan. Meski demikian, masalah audit neraca keuangan belum juga dituntaskan oleh jajaran BUMD. 

“BUMD-BUMD itu sudah saya minta sebenarnya, pendampingan-pendampingan itu untuk menghitung dan mengembalikan dari tahun 2023. Tapi, setelah ini kok nggak selesai-selesai, akhirnya ketika tim independen tahu semuanya, dan Kejati bergerak melakukan pemeriksaan, ya sudah, silakan,” ungkapnya. 

Cak Eri menyebutkan, berdasarkan hasil temuan tim audit independen ada laporan neraca keuangan yang tidak sesuai. “Makannya, direksinya inilah yang akan mempertanggungjawabkan (laporan keuangan) yang di 2013,” sebutnya. 

Cak Eri berharap, adanya tim audit independen ini, maka neraca keuangan PD TSKBS akan bisa lebih sehat dan dapat dipertanggungjawabkan ke depannya.

“Yang sekarang dengan tim independen sudah bisa dipertanggungjawabkan, tetapi (catatan) yang lama neracanya ada, tapi duitnya yang nggak ada. Biarkan ini berjalan, maka insya Allah nanti akan menjadi sehat kembali, tatanannya lebih bagus,” pungkasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.