Doa Bersama untuk Rakyat dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko

waktu baca 3 menit
Suasana doa bersama di halaman Gedung DPRD Ponorogo.

PONOROGO-KEMPALAN: Pagi yang cerah di langit Ponorogo, nampak suasana alun-alun tidak seperti biasanya. Alun-alun Ponorogo yang biasanya sepi, nampak dipenuhi Emak- emak berpakaian putih. Nampaknya emak-emak dari majelis taklim se-Ponorogo berkumpul untuk melakukan serangkaian acara Istighosah dan doa bersama untuk Rakyat Ponorogo dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang kini ditahan di Jakarta.

Acara yang digelar pada Kamis (20/11/2025) pagi, barisan emak-emak dari alun-alun merangsek ke sebelah selatan alun-alun atau halaman gedung DPRD Kabupaten Ponorogo.
Sementara lagu religi yang dinyayikan Bupati Giri Sancoko terus dikumandangkan disela-sela, masyarakat merapatkan barisan di depan gedung. Sebelum acara doa bersama dimulai, rakyat Ponorogo yang hadir berebut membubuhkan tangan di atas kain Mori sepanjang 100 meter.

Pengumpulan tanda tangan di atas lembar kain putih sepanjang 100 Meter ini merupakan bentuk support buat Bupati Ponorogo yang kini tengah mendapat ujian. Masyarakat Ponorogo yang hadir pagi itu dengan penuh semangat melantunkan sholawat, serta berzikir memohon pertolongan, agar Bupati Ponorogo diberi kekuatan, begitu juga masyarakatnya.

Menurut Abah Anom selaku ketua pelaksana, acara ini selain dihadiri emak-emak majelis taklim, juga diikuti sebagian besar elemen masyarakat Ponorogo.

Seluruh rangkaian acara berlangsung khidmad. Bersatunya semangat masyarakat Ponorogo nampak jelas kalau mereka sangat rindu sosok Bupati Sugiri Sancoko.

Hal itu nampak dari berbagai tulisan di atas kertas serta banner yang sebagian besar memohon agar Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bisa dipulangkan ke Ponorogo.
“Saya ingin Pak Sugiri Sancoko dipulangkan kembali ke Ponorogo,”kata ibu yang duduk di depan panggung. Hal serupa diaminkan oleh seluruh emak-emak yang hadir saat Abah Anom mengirimkan surat terbuka buat Presiden Prabowo Subianto, agar kasus Bupati Ponorogo mendapat perhatian.

Emak-emak berebut tanda tangan dukungan buat Bupati Ponorogo

Hingga siang nampak halaman Gedung DPRD Ponorogo masih dipenuhi masyarakat yang rindu sosok Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Seluruh massa yang hadir secara sukarela mengikuti acara gelar doa bersama yang ditujukan buat Kang Giri Sancoko yang saat ini tengah ditahan di Jakarta.

Antusiasme emak-emak yang hadir saat itu, nampak haru karena sebagian dari mereka tidak percaya Bupati Sugiri idola mereka yang dikenal baik dan merakyat ditahan KPK.

Sementara, Abah Anom selaku pemrakarsa acara sangat berterima kasih atas dukungan emak-emak Ponorogo dan seluruh elemen yang hadir dalam acara doa bersama.

Abah Anom juga mengucapkan terima kasih pada pengusaha sound sistem yang telah membantu menyediakan secara gratis.
“Saya sangat berterima kasih pada seluruh masyrakat Ponorogo yang hadir, dengan sukarela, mereka juga membawa konsumsi sendiri,” kata Abah Anom usai membacakan surat terbuka buat presiden.

Abah Anom yang merasa semenjak kepemimpinan Bupati Sugiri hingga untuk yang kedua kali, kabupaten Ponorogo banyak mengalami perubahan menjadi lebih baik, tangan dingin Sugiri mampu memajukan sektor ekonomi kerakyatan, dan seni budaya di Ponorogo.

Selain itu, semangat Sugiri memajukan Ponorogo bukanlah usapan jempol belaka dengan tagar Ponorogo Hebat, merupakan cita-cita luhur putra daerah yang ingin melihat Ponorogo maju dan rakyatnya sejahtera.

Dan itu sedikit demi sedikit menjadi kenyataan dengan memberdayakan UMKM di Ponorogo. Dan acara ini merupakan bentuk kristalisasi pemikran dari masyarakat yang sangat mengapresiasi semangat Bupati Ponorogo dalam mendorong sebuah kemajuan pada rakyatnya.

“Dan saya sangat berterima kasih pada masyarakat Ponorogo yang rela hadir di Acara Doa Bersama pagi ini”, kata Abah Anom menutup wawancaranya bersama Kempalan. (Moy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *