Bobby Menantu Jokowi Kalah 2:0

waktu baca 3 menit
Mualim Gubernur Aceh sindir Bobby Nasution dengan membeli es krim di penjual yang menggunakan sepeda motor plat nomor BK (Medan). Foto: X @AlwiHusin

ACEH – KEMPALAN: Dalam sebuah “pertarungan” politik yang semakin memanas antara dua gubernur tetangga, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, atau yang akrab disapa Mualem, kembali unggul telak atas Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution. Ibarat laga sepak bola sengit, skor kini 2-0 untuk Mualem, setelah Pemprov Sumut terpaksa meminta maaf atas kebijakan kontroversial Bobby yang meminta sopir truk asal Aceh mengganti plat kendaraan dari BL (Aceh) menjadi BK (Sumut). Insiden ini bukan hanya memicu badai protes di media sosial, tapi juga mengingatkan publik pada sengketa pulau sebelumnya yang juga dimenangkan Aceh.

Kisah ini bermula dari sebuah video viral yang menunjukkan rombongan Gubernur Bobby Nasution melakukan razia di perbatasan Aceh-Sumut, tepatnya di Kabupaten Langkat. Dalam rekaman itu, Asisten Administrasi Umum Setda Sumut Muhammad Suib memberhentikan truk berplat BL dan meminta pengemudinya mengganti plat menjadi BK. Alasannya? Untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sumut melalui pajak kendaraan, yang disebut mencapai Rp1,7 triliun per tahun. “Semua pengusaha kami imbau yang pelatnya luar dari Sumatera Utara berharap bisa berpelat Sumatera Utara dengan tujuan untuk pembangunan Sumatera Utara,” ujar Suib dalam video tersebut.

Reaksi masyarakat langsung meledak. Tak hanya warga Aceh yang merasa tersinggung, bahkan penduduk Sumut sendiri ikut memprotes kebijakan yang dinilai melanggar aturan nasional tentang lalu lintas antarprovinsi. “Ini seperti memaksa orang luar membayar ‘pajak masuk’ yang tak ada dasar hukumnya,” kata salah seorang netizen di media sosial, mencerminkan kegaduhan yang meluas. Protes ini tak pelak membuat Pemprov Sumut kalang kabut, hingga akhirnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Sumut, Erwin Hotmansyah Harahap, turun tangan dengan klarifikasi resmi pada Senin, 29 September 2025.

Dilansir dari Aceh Herald, dalam pernyataannya, Erwin menegaskan bahwa maksud sebenarnya bukan melarang kendaraan berplat luar melintas di Sumut. “Semua orang tetap bebas melintas, bekerja, ataupun berdagang di wilayah Sumut,” katanya. Ia menjelaskan bahwa ajakan itu ditujukan bagi pemilik kendaraan yang berdomisili dan berusaha di Sumut agar beralih ke plat BK atau BB, sehingga pajak bisa dimanfaatkan untuk perbaikan jalan dan fasilitas umum. “Kami mohon maaf bila pesan yang sampai di masyarakat terkesan berbeda. Pemerintah Provinsi berkomitmen untuk terus memperbaiki komunikasi publik dan selalu terbuka terhadap masukan dari masyarakat,” tambah Erwin, seraya mengajak semua pihak menjaga suasana kondusif.

Permintaan maaf ini terasa seperti “lempar handuk” di ronde kedua duel ini. Pasalnya, ini bukan kali pertama Bobby “bertabrakan” dengan Mualem. Sebelumnya, pada isu “pencaplokan” empat pulau di Kabupaten Aceh Singkil—Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Gadang, dan Mangkir Ketek—yang dimasukkan ke peta Kabupaten Tapanuli Tengah oleh Sumut. Bobby sempat bertemu Mualem dan mengusulkan pengelolaan bersama, tapi akhirnya Presiden Prabowo Subianto memutuskan tegas: pulau-pulau itu harus dikembalikan ke Aceh. Kemenangan pertama Mualem itu membuat Bobby gigit jari, meski ada spekulasi bahwa menantu Presiden Joko Widodo ini punya rencana jangka panjang atas pulau-pulau tersebut.

Berbeda dengan sikap Bobby yang terkesan agresif, Mualem merespons isu plat kendaraan ini dengan santai dan penuh makna. Di media sosial, beredar foto Mualem sedang menikmati es krim dari penjual keliling yang motornya berplat BK 3390 ACI. Gambar itu seolah menyiratkan pesan mendalam: “Santai saja, bro. Kita sama-sama cari rezeki, kok malah main sekat pelat?” Respons ringan ini justru membuat Mualem semakin digemari, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pemimpin yang bijak dan tidak mudah terpancing.

Kedua insiden ini menyoroti ketegangan hubungan antarprovinsi di Sumatera, di mana isu ekonomi dan wilayah sering menjadi pemicu. Namun, di balik kegaduhan, ada pelajaran berharga tentang pentingnya komunikasi yang jelas dan kerjasama lintas batas. Apakah “duel” ini akan berlanjut? Hanya waktu yang bisa menjawab, tapi untuk saat ini, Mualem jelas memimpin dengan skor 2-0 yang mengesankan.(Izzat)

Redaktur: Nur Izzati Anwar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *