Kamis, 28 Mei 2026, pukul : 14:15 WIB
Surabaya
--°C

Perbaikan Gedung Grahadi Dibiayai APBN, Dianggarkan Sekitar Rp 9 Miliar

Kepala BPKAD Jatim Sigit Panoentoen. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Perbaikan bangunan sisi barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya, yang dibakar massa dalam aksi demontrasi pada 30 Agustus 2025 lalu dianggarkan menelan biaya sekitar Rp 9 miliar. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jawa Timur Sigit Panoentoen di Gedung Negara Grahadi, Selasa (9/9). “Anggaran Rp 9 miliar itu dibiayai dari APBN, bukan APBD Jatim,” katanya.

Pasalnya, menurut Sigit, bangunan sisi barat Gedung Negara Grahadi yang dibakar massa itu masuk kategori heritage  atau cagar budaya yang harus dilindungi, sehingga pemerintah pusat ikut turun tangan untuk membangun kembali.

Kebetulan, Selasa (9/9) pagi ini BPKAD Jatim dipanggil oleh ombudsman untuk mengidentifikasi aset-aset, baik yang ada di provinsi maupun kabupaten/kota. “Jadi, sekarang kita sedang menyiapkan data-datanya itu. Dan nanti sekitar jam 13.00 WIB data-data itu akan kita sampaikan,” jelas Sigit.

BACA JUGA  Sterilisasi Gratis! DKPP Surabaya Siapkan Kuota 100 Kucing Lokal

Ombudsman sendiri, lanjut Sigit, sedang melihat sampai sejauh mana dampak dari kerusakan aset-aset tersebut terhadap pelayanan. Baik yang di provinsi maupun kabupaten/kota.”Termasuk yang ada di Kota Surabaya juga tentunya,” tegasnya.

Sedang untuk pembangunan yang bisa dieksekusi langsung, misalnya pagar Grahadi yang dirusak massa aksi, biayanya ditanggung oleh APBD Jatim. Termasuk pemasangan backdrop keliling untuk menutupi Gedung Negara Grahadi yang rusak akibat dibakar massa.

“Untuk RAB (Rencana Anggaran Biaya)-nya, nanti PU Cipta Karya yang akan membuat, kerusakan apa saja yang dibiayai oleh pemerintah pusat lewat APBN,” pungkas Sigit.

Sementara itu, Sekdaprov Jatim Adhy Karyono sebelumnya mengatakan bahwa pembangunan Gedung Negara Grahadi yang dibakar massa perusuh dipastikan sesuai dengan desain awal.

BACA JUGA  Pilkades Serentak 2026: Satu RT Dua ‘Kemanten’.Strategi Politik Doni Suhendro Raih Simpati Warga di Bligo Sidoarjo

“Kami akan perbaiki dan renovasi sesuai gambar yang lama hasil dari rapat dengan beberapa instansi, Tim Cagar Budaya, dan Tim Sejarawan. Yang susah memang mencari kayu jatinya,” kata Adhy Karyono, belum lama ini.

Adhy memastikan, nantinya wajah Grahadi sisi barat akan sama persis dengan desain awal dan tidak ada perubahan sama sekali. Termasuk bentuk ruangan dan tatanan kayu jati yang menjadi penyangga bangunan.

“Bentuk-bentuk dan titiknya sama seperti dulu, karena strukturnya tidak berubah, seperti temboknya. Yang hangus semua yang dari kayu,” ungkapnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.