Senin, 1 Juni 2026, pukul : 23:34 WIB
Surabaya
--°C

Serigala Dalam Karya Sitir, Simbol Romantika Keluarga

KEMPALAN: Di tengah riuhnya aktivitas jual beli buah secara online dari rumahnya di kawasan Manukan Wetan, Surabaya, seorang pria kelahiran 8 September 1982 diam-diam mempersiapkan sesuatu yang lebih dalam dan personal. Yakni, pameran tunggal seni rupa yang menyingkap wajah keluarganya melalui idiom serigala.

Dialah Arif Mulyadi atau lebih dikenal dengan nama seninya, Gorgom Sietter. Akrab disapa Sitir, alumni Unesa ini kembali ke panggung seni rupa dengan menggelar pameran tunggal kedua di Galeri Filadelfia, Citraland, Surabaya, dari 14 hingga 28 Juni 2025.

Dalam tujuh karya yang dipamerkan —enam lukisan dan satu karya 3D — Sitir memusatkan gagasannya pada serigala. Bukan sebagai binatang buas dalam narasi horor melainkan sebagai lambang ketabahan, kerja sama, kepemimpinan, dan keterikatan keluarga.

“Serigala itu hidup berkelompok, saling melindungi serta bisa bertahan dalam kondisi ekstrem. Saya melihat diri saya seperti itu, keluarga juga demikian,” ujar Sitir.

Salah satu karyanya berjudul “Do’a Sebelum Tidur” menggambarkan sepasang figur rebahan. Menurut Sitir, lukisan ini lahir dari ritual malam hari bersama istri dan anaknya —memanjatkan doa sebelum tidur, mensyukuri hari ini dan berharap akan hari esok semoga lebih baik.

BACA JUGA  Konsistensi Tanpa Henti: Gribin Volleyball Club Kembali Pasok Talenta ke Skuad Porprov Surabaya

Sitir menyebutkan bahwa eksplorasi idiom serigala sudah dimulainya sejak kuliah, sekitar tahun 2015. Kala itu ia tengah menyusun tugas akhir sebagai mahasiswa Seni Rupa di Universitas Negeri Surabaya, angkatan 2011 lulus 2017. Sebelumnya ia lebih sering bermain dengan figurasi dan proporsi tubuh manusia.

Ia juga sempat mengajar namun kemudian memilih berhenti dan beralih menjual buah dari rumah. “Selain faktor penghasilan juga ada pertimbangan lain. Tapi saya tetap melukis meskipun hasilnya belum bisa menghidupi secara ekonomi. Karya-karya ini lebih menghidupi rasa saya,” ungkapnya.

Dalam pameran ini, Sitir menampilkan tujuh karya dengan judul Menjunjung, Menengok, Bermain, Taman Bunga Matahari, Do’a Sebelum Tidur, Aku dan Ibuku di Antara Rumah Merah dan Memori yang Akan Datang

“Semua karya ini bicara soal pendidikan, harapan dan peran orang tua, khususnya dari sudut pandang saya sebagai seorang bapak,” ujarnya.

Dalam prosesnya Sitir mengaku melakukan riset pustaka dari berbagai sumber. Ia tidak melakukan observasi langsung atau studi mendalam tetapi cukup untuk memahami karakteristik utama serigala. Yakni kuat, tabah, penuh strategi, mampu beradaptasi dan bekerja dalam tim.

BACA JUGA  Polsek Porong Pantau Pertumbuhan Jagung di Desa Pesawahan, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Karakteristik seperti itulah yang menurutnya cocok untuk mewakili dirinya dan nilai-nilai yang ia ingin tanamkan dalam karya-karya bertema keluarga.

TANPA BEBAN
Sitir tidak sendiri dalam menggunakan binatang sebagai simbol. Marc Chagall, pelukis asal Rusia-Prancis, kerap menyisipkan hewan seperti kambing dan ayam dalam lukisannya sebagai simbol cinta dan keluarga. Sementara Franz Marc, pelopor ekspresionisme Jerman, menjadikan hewan sebagai representasi spiritual dan kepolosan yang hilang.

Sitir melangkah ke arah serupa namun dari ruang hidup yang sangat lokal, yakni keluarga kecilnya, rumah sederhananya, dan pilihan hidupnya yang penuh kesadaran.

Tiga tahun terakhir Sitir menjalani hari-harinya sebagai penjual buah secara online. Baginya, ini adalah cara agar bisa tetap hidup tanpa harus menyesuaikan karyanya demi pasar.

“Saya ingin berkarya dengan jujur. Nggak mikir ini bakal laku atau tidak. Saya ingin tetap bisa melukis tanpa tekanan.”

Kejujuran dan kedalaman itu tercermin dalam setiap goresan karyanya. Serigala di tangan Sitir bukan sekadar binatang liar. Ia menjadi penjaga sunyi, simbol keutuhan dan refleksi peran seorang ayah yang terus belajar bertahan dan mencintai dengan tenang.

Penulis:
Rokimdakas

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.