Selasa, 21 April 2026, pukul : 00:49 WIB
Surabaya
--°C

Bambang Haryo Siswa Nakal Dibina di Barak Militer Bisa Jadi Orang

Sidoarjo — Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk membina siswa bermasalah melalui pelatihan di barak militer mendapat dukungan dari Anggota DPR RI, Bambang Haryo Soekartono. Ia menilai pendekatan tersebut bukan bentuk hukuman, melainkan langkah positif untuk menanamkan disiplin sekaligus mengarahkan potensi anak-anak yang kerap dianggap “nakal”.

“Anak nakal itu belum tentu buruk. Justru sering kali mereka punya kreativitas tinggi dan jiwa kepemimpinan. Banyak tokoh besar yang dulunya aktif, bahkan susah diatur,” ujar Bambang, Sabtu (17/5).

Ia mencontohkan bahwa pendekatan militer dapat membentuk kedisiplinan tanpa mematikan karakter dan ide segar dari anak-anak tersebut. Bahkan, katanya, beberapa anak yang mengikuti pembinaan semacam itu merasa nyaman dan termotivasi.

“Setelah masuk barak, mereka ternyata senang. Mereka merasa tertantang dan akhirnya terbentuk mental yang kuat. Kalau jadi tentara, bisa jadi tentara pemberani. Kalau jadi pemimpin, mereka tangguh dan visioner,” tambahnya.

Bambang juga mengisahkan pengalaman pribadi mengenai anaknya, Cahyo, yang semasa kecil dikenal aktif dan kerap dimarahi ibunya. Kini, Cahyo justru berhasil menjadi anggota DPR dengan suara terbanyak dan pengaruh luas.

“Cahyo itu dulu sering kena marah karena kenakalannya. Tapi sekarang, dia jadi salah satu anggota DPR terbaik. Artinya, anak aktif itu kalau dibina dengan tepat, hasilnya luar biasa,” ungkap politisi Partai Gerindra itu.

Usulan dari Gubernur Dedi Mulyadi ini ditujukan sebagai alternatif pembinaan karakter untuk siswa yang berulang kali melakukan pelanggaran di sekolah. Dengan mengadopsi pendekatan semi-militer, diharapkan mereka tumbuh lebih bertanggung jawab dan disiplin.

Bambang menegaskan bahwa inisiatif tersebut akan bermanfaat jika tetap dilakukan dengan prinsip edukatif dan tidak represif. Ia menyarankan agar negara lebih banyak memberikan ruang pembinaan, bukan penghukuman, terhadap generasi muda.

“Anak-anak ini aset masa depan. Tugas kita bukan mematahkan mereka, tapi membentuk dan membimbing mereka. Jangan salah, justru dari mereka bisa lahir pemimpin-pemimpin besar bangsa ini,” pungkasnya.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.