Sharing Session dengan OJK, Khofifah Paparkan Jatim Gerbang Baru Nusantara

waktu baca 3 menit
Gubetnur Jatim Khofifah Indar Parawansq bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, memberi leterangan pada awak media. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memaparkan peran penting Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.

Hal ini disampaikannya dalam sharing session pengembangan ekonomi Jatim pada Rakor Kantor OJK Daerah bersama Dewan Komisioner OJK di Kantor OJK Jatim, Jalan Pemuda Surabaya, Senin (5/5).

saat menghadiri acara Sharing Session Pengembangan Ekonomi Jawa Timur bersama Anggota Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Periode 2022 – 2027 di Kantor OJK Surabaya, Senin (5/5) sore.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua Mirza Adityaswara, serta enam anggota komisioner lainnya hadir dalam diskusi ini. Tampak pula Kepala OJK Jatim Yunita Linda Sari dan sejumlah kepala perangkat daerah Pemprov Jatim.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah situasi ekonomi nasional yang melambat. Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2025 hanya 4,87 persen untuk pertama kalinya dalam delapan kuartal terakhir berada di bawah 5 persen.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut pentingnya peran Jawa Timur dalam mendukung konektivitas ekonomi Indonesia, khususnya antara wilayah barat dan timur.

“Sharing session ini merupakan kesempatan untuk berbagi informasi dengan Pak Ketua dan Wakil Ketua, serta Komisioner OJK, yang diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia. Yaitu memperkenalkan  misi besar Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara,” ujarnya.

Menurut Khofifah, Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara ini sebetulnya misi besarnya pada saat kampanye. Kemudian dibreakdown dalam banyak hal karena secara de facto sebetulnya sudah membangun konektivitas antara Indonesia Barat dan Indonesia Timur.

“Kami memiliki tujuh pelabuhan besar, tujuh airport, dan 50 pelabuhan rakyat. Hampir 80 persen logistik di Indonesia Timur berasal dari Jawa Timur,” jelas Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kesehatan

menugaskan RSUD dr Soetomo untuk memberikan layanan kepada Indonesia Timur. Rumah sakit ini terbesar di Indonesia karena kapasitasnya melebihi RSCM. RSCM memiliki 1.200 tempat tidur, sedang RSUD dr Soetomo 1.300 tempat tidur. Selain itu, RSUD dr Soetomo juga sudah memiliki peralatan medis tertentu dan juga dokter spesialis tertentu yang bisa dijangkau oleh masyarakat.

Dalam aspek pendidikan, Khofifah menyebut bahwa Jawa Timur juga berperan sebagai pusat pengembangan pendidikan. Tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga kedinasan.

“BPSDM Jawa Timur telah menjadi tempat bagi para birokrat di Indonesia Timur untuk meningkatkan kemampuan dan mengikuti berbagai program pelatihan,” ujarnya.

Selain itu, Khofifah juga menyoroti keberhasilan Jawa Timur dalam sektor pertanian, terutama dalam produksi gabah dan tebu dalam mendukung swasembada pangan.

“Insya Allah besok kita akan meluncurkan KUR (Kredit Usaha Rakyat) khusus untuk tebu. Insya Allah kalau ini semua berjalan sesuai perencanaan, maka harusnya tahun ini Indonesia sudah swasembada gula juga,” tutur Khofifah.

Sementara itu, Ketua Komisioner OJK Mahendra mengungkapkan rasa terhormatnya atas kesempatan untuk mengunjungi Jawa Timur dalam rangka Rakor OJK Daerah.

“Kami merasa terhormat dapat dikunjungi Bu Gubernur (Khofifah) di Jawa Timur dan mendapatkan wawasan tentang visi dan program utama terkait dengan pembangunan Jawa Timur dalam menjalankan progam Gerbang Baru Nusantara,” katanya.

Mahendra berharap, Jawa Timur dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan menarik provinsi lainnya untuk lebih mengutamakan potensi lokal serta memperkuat keterkaitan antar wilayah.
“Itu yang disampaikan Ibu Gubernur tadi. Tentunya kami siap untuk mendukung langkah-langkah dan program tersebut,” katanya.

Mahendra menyebut ada 37 kantor OJK
di seluruh daerah di Indonesia. Termasuk empat di Jawa Timur, yaitu di Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember. Mereka hadir untuk mengikuti Rakor Kantor OJK Daerah yang digelar di Gedung Kantor OJK Jatim. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *