
SURABAYA-KEMPALAN: Pasca ditunjuk menjadi Plt Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Yordan M Bataragoa langsung tancap gas. Setelah menggelar rapat koordinasi dengan jajaran pengurus DPC PDI-P Kota Surabaya pada Minggu (4/5), Yordan Bataragoa mengumpulkan semua anggota Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya di ruang fraksi, Senin (5/5) siang.
Rapat tertutup yang berlangsung selama satu jam lebih ini menimbulkan berbagai spekulasi dan tanda tanya besar. Apakah Ketua DPRD Kota Surabaya akan dikocok ulang?
Yordan Bataragoa ketika dikonfirmasi usai rapat dengan anggota Fraksi PDI-P dengan tegas membantas. Menurutnya, kocok ulang Ketua DPRD Surabaya tidak ada. Meski sudah dibebastugaskan dari jabatannya sebagai Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Adi Sutarwijono tetap menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya.
“Kami pastikan tidak ada kocok ulang atau perubahan. Ketua DPRD Kota Surabaya tetap Mas Adi Sutarwijono,” tegas Yordan.

Seperti disampaikan sebelumnya, kata Yordan yang juga anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Adi Sutarwijono bisa di PAW jika yang bersangkutan mundur, meninggal dunia, pindah partai, atau melakukan kesalahan atau pelanggaran terkait dengan kinerjanya sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya.
“Tapi sejauh ini tidak ada (pelanggaran) yang dilakukan. Jadi, Mas Adi Sutarwijono tetap menjabat Ketua DPRD Kota Surabaya,” tegas Yordan.
Dia menjelaskan bahwa dirinya mengadakan rapat bersama pengurus DPC PDI-P Kota Surabaya dan Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya untuk memastikan bahwa teman-teman anggota fraksi tetap kompak dan solid.
“Kami senang karena hampir semua anggota fraksi bisa hadir, termasuk Mas Adi Sutarwijono, Ketua DPRD Kota Surabaya,” kata Yordan.
Dia mengatakan, rapat tersebut membahas beberapa hal. Intinya, bagaimana fraksi tetap solid dan bisa bersinergi dengan DPC PDI-P Kota Surabaya.
Selain itu, fraksi benar-benar bisa responsif dalam menyikapi persoalan-persoalan masyarakat dan mencarikan solusi atas problem tersebut.
Untuk itu, strategi komunikasi antar anggota akan ditingkatkan. Selain itu, pertemuan rutin akan dimaksimalkan dengan menggunakan media komunikasi daring seperti grup WhatsApp (WA) untuk mempercepat koordinasi.
“Dengan adanya grup WA, maka komunikasi bisa cepat, bisa responsif, dan kalau ada masalah bisa segera dicarikan solusinya,” jelas Yordan.
Dampak Pergantian Ketua DPC
Ditanya dampak pergantian Ketua DPC PDI-P Surabaya terhadap kinerja fraksi, Yordan menyebut tidak ada. Malah, ia berpikir kinerja fraksi justru akan semakin baik. Karena akan lebih fokus pada tugas masing-masing.
“Mas Adi Sutarwijono bisa lebih konsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Ketua DPRD, bisa bersinergi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Saya pikir ini justru lebih baik, lebih efektif,” ujar Yordan.
Dia juga menegaskan bahwa tidak ada perubahan di struktur fraksi, kecuali Achmad Hidayat yang digantikan Wimbo Ernanto (Wakil Ketua DPC PDI-P Surabaya Bidang Pemenangan Pemilu) sebagai tenaga ahli fraksi.
Untuk itu, Yordan berharap Fraksi PDI-P benar-benar solid dan kinerjanya bisa lebih optimal. Apalagi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji juga dari PDI-P, sehingga diharapkan bisa mengawal program-program kepala daerah dari kader PDI-P tersebut.
Dengan demikian, sinergi antara legislatif dan eksekutif bisa membuat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat di Kota Surabaya bisa lebih cepat.
Soal masa tugasnya sebagai Plt Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya, Yordan menjelaskan bahwa dirinya ditugaskan berdasarkan Surat Keputusan DPP PDI-P selama tiga bulan ke depan dan bisa diperpanjang sesuai kebutuhan partai.
“Mungkin dalam tempo tiga bulan itu sudah ada pergantian pengurus definitif. Tugas kami hanya meletakkan dasar-dasar yang kuat dan baik, agar siapapun yang jadi pengurus pada periode berikutnya lebih mulus, mantap, dan gaspol, ” harapnya.
Mengenai siapa kandidat ketua definitif DPC PDI-P Surabaya, Yordan enggan berspekulasi. Dia justru mempersilakan menanyakan kepada teman-teman yang lain.
“Saya sendiri fokus untuk masa transisi ini agar berjalan baik. Karena saya juga merangkap jabatan, yakni pengurus DPD PDI-P Jatim dan juga menjadi Plt Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya. Artinya, kita hanya fokus bagaimana kepengurusan ke depan, siapapun dia, bisa berjalan dengan lebih baik lagi,” tegas Yordan.
Terkait dampak psikologis dengan adanya pergantian kepemimpinan DPC PDI-P Surabaya, Yordan menyampaikan kalau dirinya tidak ada masalah. Mengingat pengurus DPC adalah teman-temannya. Apalagi saat menjadi anggota DPRD Jatim, pada Pileg 2024 dirinya yang berangkat dari Dapil Surabaya juga bersinergi dengan semua anggota fraksi, DPC, PAC, dan ranting.
“Kita juga sudah berkomunikasi dengan Mas Adi Sutarwiyono dan ia sudah membuat surat pernyataan kalau legowo menerima keputusan DPP. Kami juga senang dengan hal itu. Ini menunjukkan kader partai harus siap mengemban jabatan apapun, siap ditugaskan. Tapi juga harus siap tidak ditugaskan,” tutur Yordan.
Menanggapi komentar pengamat politik yang menyatakan bahwa pergantian Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya akan menguntungkan Partai Gerindra dan Partai Golkar, Yordan menyatakan bahwa setiap partai ada dinamikanya, pasti ada pro kontra. Tapi kalau PDI-P, dirinya optimistis pro kontra ini justru akan memperkuat soliditas PDI-P.
“Saya kira enggak ya. Justru kami yakin PDI-P semakin solid. Toh, Mas Adi Sutarwijono masih tetap ikut rapat, tetap bersinergi. Saya kira, PDI-P akan lebih baik ke depannya,” pungkas Yordan. (Dwi Arifin)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi