BARCELONA-KEMPALAN: FC Barcelona dapat meneruskan performa impresifnya sejak 2025. Barca mempertahankan streak tidak terkalahkannya ketika menyikat Borussia Dortmund dalam first leg perempatfinal Liga Champions, Kamis dini hari WIB (10/4).
La Blaugrana (julukan Barca) menang empat gol tanpa balas. Robert Lewandowski yang mencetak dua dari keempat gol Barca malam itu masing-masing ketika menit ke-48 dan 66. Sementara itu, dua gol Barca lainnya dari kreasi Raphinha (menit ke-25) dan Lamine Yamal (77’).
Dengan kemenangan empat gol tanpa balas ini, mustahil bagi Dortmund membalasnya dalam laga second leg di Signal Iduna Park, Dortmund, pekan depan. Karenanya, Barca pun disebut-sebut media Eropa sebagai unggulan juara Liga Champions musim ini.
Bahkan, der trainer Dortmund Niko Kovac sudah pesimistis dapat membalas kekalahan empat gol di Signal Iduna. Apalagi setelah menyaksikan penampilan Emre Can dkk dalam first leg di kandang Barca malam itu.
BACA JUGA: Flick Beberkan Faktor Barca Bisa Comeback Tiga Gol Lawan Benfica
’’Kami sudah tanpa harapan (membalikkan situasi kontra Barca). Kami tidak bisa untuk melanjutkannya lagi,’’ keluh Kovac dilansir dari laman Mundo Deportivo. ’’Kami realisitis saja,’’ sambung Kovac yang pernah bekerja sama dengan Flick di Bayern tersebut.
Dalam wawancara kepada Movistar, entrenador Barca Hansi Flick belum puas dengan victory ini dan menyiratkan bahwa klubnya masih tetap haus kemenangan dalam second leg di kandang Dortmund nanti.
’’Tidak, tidak. Kami belum lolos (ke semifinal). Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Tahu kan dalam sepak bola seperti apa. Semua bisa terjadi. Anda tidak akan tahu apa yang terjadi. Sepakbola sangat gila,’’ tutur Flick.
Mantan der trainer Bayern Munchen tersebut mengharapkan anak asuhnya memainkan permainan sama agresifnya seperti ketika bertarung di Estadi Olimpic Lluis Companys, Barcelona. Tidak mempertahankan skor 4-0.
’’Kami harus memainkan permainan seperti ini lagi di Dortmund. Sebab, mereka adalah klub yang sangat bagus, dan kami harus percaya diri dan menekan kesalahan seminimal mungkin,’’ sambung pelatih pengoleksi satu Si Kuping Besar (sebutan trofi juara di Liga Champions) itu. (YMP)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi