Senin, 20 April 2026, pukul : 19:19 WIB
Surabaya
--°C

Pantau Harga Sembako Jelang Lebaran, Bambang Haryo Temukan Harga Minyak Goreng di Pasar Blauran Lampaui HET

Surabaya – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono (BHS), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Blauran Surabaya, Senin (24/3/2025). Sidak tersebut bertujuan memantau perkembangan harga kebutuhan pokok masyarakat jelang Idul Fitri 2025.

Dalam tinjauannya di pasar legendaris Surabaya tersebut, BHS menemukan sejumlah fakta menarik. Harga telur ayam, misalnya, tercatat relatif lebih rendah dibanding pasar-pasar lain di Surabaya. Di Pasar Blauran, telur ayam dijual Rp26 ribu per kilogram, sedangkan di pasar lain sudah mencapai Rp30 ribu.

“Saya melihat harga telur di sini lebih terjangkau dibanding pasar lain. Ini bagus untuk masyarakat,” kata BHS.

Namun, kondisi berbeda ditemukannya pada komoditas minyak goreng. Menurutnya, harga minyak goreng di Pasar Blauran telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Setelah berdialog dengan sejumlah pedagang, ia mengetahui penyebab kenaikan harga tersebut adalah tingginya harga dari supplier.

“Pedagang kulakan minyak goreng sudah Rp16.500 per liter. Mereka ambil keuntungan cuma Rp1.000 sehingga terpaksa jual Rp17.500, ini jelas sudah di atas HET,” ujarnya.

BHS kemudian meminta pemerintah pusat dan daerah lebih serius mengontrol rantai distribusi minyak goreng agar harga di pasar tidak memberatkan masyarakat, terutama menjelang Lebaran yang biasanya mengalami lonjakan permintaan.

“Pemerintah harus turun tangan. Supplier harus ditekan agar memasok minyak goreng di bawah harga HET, sehingga pedagang dapat menjual sesuai ketentuan,” tegas politisi Partai Gerindra ini.

Selain memantau harga bahan pokok, BHS juga menyoroti aspek keselamatan pasar. Ia menemukan sejumlah alat pemadam kebakaran yang tersedia di Pasar Blauran telah kedaluwarsa sejak 2016. Padahal, pasar tersebut merupakan pusat aktivitas ribuan orang setiap harinya.

“Saya sangat prihatin, alat pemadam kebakaran di sini sudah expired sejak tahun 2016. Ini berbahaya, keselamatan pedagang maupun konsumen harus diperhatikan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kondisi darurat tersebut, BHS langsung turun tangan mengisi ulang tiga alat pemadam kebakaran di lokasi. Ia meminta PD Pasar Surya selaku pengelola pasar segera mengajukan dana renovasi kepada Pemerintah Kota Surabaya, baik untuk penggantian alat pemadam kebakaran maupun perbaikan fasilitas pasar seperti plafon lantai dua yang terpantau nyaris roboh.

“PD Pasar jangan ragu untuk mengajukan anggaran ke Pemkot, karena fasilitas ini menyangkut keamanan ribuan orang,” tambahnya.

Selain sidak pasar, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan BHS untuk bersilaturahmi langsung dengan warga Surabaya yang sedang mempersiapkan kebutuhan Lebaran. Ia bahkan turut memberikan tali asih sebagai bentuk kepedulian kepada pedagang dan petugas kebersihan di pasar tersebut.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.