Kembangkan Usaha, Rumah Potong Hewan Surabaya Buka “RPH Surya Mart”

waktu baca 3 menit
Dirut RPH Surya Fajar Arifianto Isnugroho mengontrol produk yang dijual di RPH Surya Mart. (Foto: Dwi Arifin/kempalan.com).

SURABAYA-KEMPALAN: Rumah Potong Hewan Surabaya (RPH Surya) terus berinovasi untuk mengembangkan usahanya. Menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1446 H/2025, RPH milik Pemkot Surabaya ini melakukan gebrakan.

Perusahan Daerah yang kini telah berubah menjadi Perseroan Daerah (Perseroda) itu membuka “RPH Surya Mart”.

“Opening RPH Surya Mart ini sudah kita lakukan pada 21 Februari 2025 lalu, sebelum badan hukum RPH Surya berubah dari Perusahaan Daerah menjadi Perseroan Daerah. Dan RPH Surya ini memang saya siapkan untuk menyambut adanya perubahan badan hukum itu,” kata Direktur Utama RPH Surya Fajar Arifianto Isnugroho ketika ditemui di kantornya, Rabu (19/3).

Fajar mengatakan, RPH Surya Mart sebenarnya rebranding dari Rumah Daging RPH yang sudah ada sebelumnya. Seiring perubahan menjadi Perseroda, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan DPRD Kota Surabaya berharap RPH Surya bisa lebih leluasa gerakannya. Tidak hanya melayani jasa potong dan penyediaan daging saja, tapi juga punya usaha lain yang menguntungkan, sehingga bisa menyumbang PAD ke Pemkot Surabaya dalam bentuk deviden.

Misalnya usaha penggemukan sapi, pengolahan daging, punya pabrik fresh meat , produksi sosis, nugget, dan sebagainya.
“Kalau masih berbentuk Perusaan Daerah, RPH Surya tidak bisa melakukan itu, tapi Perseroda memungkinkan. Juga bisa melakukan kerja sama dengan pihak ketiga,” terang Fajar.

Lokasi RPH Surya Mart ini berada di dalam area kantor RPH Surya, Jalan Pegirian 258 Surabaya. Di outled ini, kata Fajar, masyarakat bisa membeli daging sapi segar curah, daging beku, dan produk olahan daging dengan harga terjangkau. Seperti pentol bakso, tahu bakso, dan somay.

Selain itu, RPH Surya Mart juga menjual semua kebutuhan daging, seperti tepung, bumbu, termasuk kecap dan saos. Bahkan, di tempat ini juga melayani penggilingan daging dengan biaya cuma Rp 5.000 per kg.

“Selama Ramadhan sampai Idul Fitri, khusus yang beli daging di RPH Surya Mart, kami gratiskan untuk biaya penggilingannya,” ujar Fajar, promosi.

Ke depan, Fajar berharap RPH Surya ada di beberapa titik. Tidak hanya di Pegirian. Demikian pula produk yang dijual, pelan-pelan akan dilengkapi. Dengan demikian, RPH Surya Mart hadir di tengah masyarakat dan melayani semua kebutuhan masyarakat.

“Sekarang ini saya masih berupaya mencari suplier untuk melengkapi,” ungkap Fajar yang sebelumnya berprofesi sebagai jurnalis atau wartawan.

Fajar menjelaskkan bahwa RPH Surya juga akan mempunyai tempat pemotongan unggas seperti ayam dan bebek. Lokasinya di Tahura Jeruk Lakarsantri. Pembangunan Rumah Potong Unggas ini sudah selesai, tinggal menunggu penyerahan oleh Pemkot Surabaya ke RPH Surya.

“Jadi, selain menjual daging sapi dan olahan daging sapi, ke depan RPH Surya Mart juga menjual daging ayam,” tegasnya.

Seperti diketahui, selain di Pegirian, pemotongan sapi dan kambing juga bisa dilayani di unit RPH Kedurus. Sedang pemotongan babi yang sebelumnya dilayani di Pegirian, sejak 2024 dipindahkan ke unit RPH Banjar Sugihan lewat SK Walikota.

“Alhamdulillah, pemindahan berjalan lancar dan tidak ada gejolak. Padahal pemindahan tempat pemotongan hewan tidak gampang, tidak seperti memindah kos-kosan,” tutur Fajar yang menjabat sebagai Dirut RPH Surya sejak Januari 2022.

Waktu pertama masuk, kondisi keuangan RPH Surya defisit Rp 1,3 M dengan tunggakan pajak Rp 500 juta. Sehingga, Fajar merasa tertantang untuk membenahi. Terutama sistem pemotongan sapi yang dinilai sebagai sumber “kebocoran”.

Hasilnya, akhir tahun 2022 RPH Surya mulai bisa mengurangi defisit, hingga sisa Rp 800 juta. Bahkan di tahun 2023 sudah tidak lagi defisit, bisa memberi deviden ke Pemkot Surabaya Rp 264 juta, dan mulai bisa mencicil hutang pajak. “Sekarang hutang itu masih ada, tapi tinggal sedikit,” pungkas Fajar.(Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *