Sabtu, 27 Juni 2026, pukul : 22:59 WIB
Surabaya
--°C

Turun Langsung di Stasiun Jatinegara, Bambang Haryo Soroti Hal Ini

Jakarta – Anggota DPR-RI Fraksi Partai Gerindra, Selasa (15/10) melakukan kunjungan ke stasiun Jatinegara, Jakarta Timur.

Menurut pemilik sapaan akrab BHS, Stasiun Jati Negara merupakan Stasiun HUB / Sentral yang di datangi oleh 26 Kereta Antar Provinsi dan 400 Kereta Komuter (KRL) , LRT yang menghubungkan seluruh Wilayah Kota Jakarta dan Kota Bekasi, Karawang, serta Bogor.

“Stasiun ini merupakan stasiun dengan Traffic ter-padat mulai dari Jaman Kolonial Belanda, yang dibangun pada tahun 1910. Stasiun ini juga merupakan Stasiun Sentral di ujung Kota Jakarta yang juga terkoneksi dengan angkutan Bus Trans Jakarta” Kata BHS

Dikatakan BHS, Sudah seharusnya Pemerintah sangat memperhatikan Stasiun ini, terutama dari segi pelayanan : Kapasitas, Kenyamanan, Kemanan dan Keselamatan.

BACA JUGA  Adu Cepat di Rawamangun: 975 Atlet Siap Guncang Kejurnas Atletik dan Indonesia Open 2026

Dalam kunjungannya, alumni ITS Surabaya ini melihat banyak fasilitas publik yang mengalami kerusakan. Pihak KAI menginfokan penanganan perbaikan dan perawatan masih ditangani oleh SATKER , Kementrian Perhubungan, belum dilimpahkan ke KAI. Sehingga penanganan kerusakan fasilitas publik sering mengalami keterlambatan.

Lebih lanjut, kata BHS, ia dalam kunjungan itu juga menyempatkan melihat Pusat Kendali Pengatur Perjalanan Kereta Api. ( PPKA ). Ini adalah yang terpenting untuk pengaturan Traffic Kereta Api yang akan melalui Stasiun tersebut dengan radius jarak 3 kilometer dari Stasiun.

“Dengan padatnya traffic dari 26 Kereta Antar Provinsi dan 400 KRL, masih ditambah lagi dengan adanya Depo Kereta Api di Stasiun tersebut, maka PPKA harus benar benar dikelola dan dikendalikan oleh Sumber Daya Manusia yang handal, konsentrasi dan produktif” Imbuh BHS

BACA JUGA  Polsek Balongbendo Dampingi Petani Rawat Jagung Hibrida Wujudkan Swasembada Pangan

Namun, saat peraih suara tertinggi di Dapil Jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo), ia melihat langsung Saruang PPKA hanya dikendalikan oleh 1 orang Petugas.

“Ini sangat membahayakan, karena tingkat kepadatan traffic, serta berisiko Petugas mengalami kelelahan, sakit, atau bahkan meninggal di tempat kerja. Maka perlu adanya Cadangan Sumber Daya Manusia untuk ikut memantau pengendalian traffic. Agar Transportasi Kereta Api bisa menuju Zero Accident” Pungkas BHS.

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.