SURABAYA-KEMPALAN: Muhammadiyah menarik dananya dari BSI (Bank Syariah Indonesia) sebesar Rp 13 Triliun. Alasannya supaya terjadi persaingan yang sehat.
Tetapi alasan itu tidak bisa menjelaskan masalah yang tersembunyi di balik keputusan itu.
Berikut ini analisis kempalan.com mengenai keputusan kontroversial tersebut:
- Rezim Jokowi sudah tidak ada duit, bisa jadi kalau sudah gelap mata dana MD yang mengendap di bank pemerintah dipakai, kemungkinan baliknya lama atau bisa juga bablas, mengingat utang negara yang berjibun.
- Faktor ketersinggunganMD, kemungkinan ada hubungan dengan IUP (izin usaha pertambangan) yang akan diberikan kepada ormas adalah sebagai hadiah dari pemerintahan Jokowi untuk balas budi kepada ormas Islam “lain” bukan MD. Itulah mengapa beredar rumor LBP berseberangan dengan Bahlil, karena LBP tidak setuju dan menganggap pengelolaan tambang oleh ormas sangat berisiko karena tidak ada kemampuan/ kurang pengalaman dalam urusan tambang serta kurangnya modal.
- Faktor risiko. MD ingin uangnya aman mengingat pemerintahan Jokowi ini termasuk ugal-ugalan dalam hal utang.
- Eksistensi. MD berkeyakinan mampu berdiri sendiri tanpa bantuan pemerintah, apalagi bila dikaitkan dg urusan pengelolaan tambang. Mungkin sebagian padangan menilai mengelola tambang bisa menghasilkan banyak cuan, tapi bagi MD, amal usaha lainnya bila dikelola dengan baik, juga bisa membuat sebuah organisasi menjadi raksasa. (Izzat)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi