BHS Beri Perhatian Para Penjaga Rel Tanpa Palang Pintu di Sidoarjo

waktu baca 2 menit

Sidoarjo – Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono meninjau langsung lokasi peristiwa sedan Ayla dengan nopol N 1246 ABJ tertabrak kereta Pasundan, Senin (29/4) dinihari yang kemudian 3 anggota keluarga terluka parah.

“Saya turut prihatin dengan kejadian kemarin, yang tertabrak KA Pasundan. Ini tidak boleh terjadi lagi, karena ini sudah yang ketiga kalinya kecelakaan di lintas sebidang Kecamatan Tarik”Tutur BHS.

Menurut BHS, ia telah menyampaikan kepada Kadishub Provinsi dan Kabupaten Sidoarjo untuk mendukung penyediaan peralatan Early Warning System (EWS).

“Ada Sirine, lampu dan bila perlu palang pintu. Meskipun dikatakan disini hanya sepeda motor, jangankan sepeda motor orang jalan kaki nyeberang kampung antar kampung di Jepang sangat di lindungi palang pintu, sirine sama lampu, bahkan berangkap-rangkap” Imbuh BHS.

Jadi ini, kata alumnis ITS Surabaya yang harus dilaksanakan Pemerintah untuk menjaga keselamatan, karena nyawa publik nilainya tidak terhingga dan tidak boleh hitung-hitungan, maka itu diharapkan segera ditindaklanjuti.

“Jawaban daripada dua Instansi ini sangat mendukung peralatan itu segera diadakan. Namun sebelum diadakan, sementara saya akan melengkapi terutama sirine, lampu dihidupkan semua. Kalau KA ini anggaran Inrastruktur Maintenance Operation (IMO) dipotong dari Rp3.5 Triliun menjadi Rp500 Milyar, sepertinya berat” Katanya.

Tadi juga, lanjut BHS, ia menekankan kepada Kepala bahwa Dinas Sumber Daya Manusia (SDM) masih belum ada insentif bulanannya.

“Paling tidak 4 orang yang mendapatkan insentif sebesar Rp2.6juta. Dan BHS juga memberikan bonus penyelamatan kepada penjaga perlintasan sebagai bentuk apresiasi dan penyemangat. Semoga tidak ada lagi kecelakaan serupa di perlintasan sebidang” Kata BHS.

Sementara itu, Kana’an (55), Pria asal warga desa Banjarwungu kecamatan Tarik Sidoarjo, tak penah menyangka dapat bertemu langsung dengan Politisi Partai Gerindra Bambang Haryo Soekartono

Sukarelawan penjaga perlintasan tak berpalang pintu desa Margobener itu kemudian di apresiasi anggota DPR-RI terpilih periode 2024-2029, dapil jatim 1 (Surabaya-Sidoarjo)

Pria kelahiran Gresik itu, diberikan bonus uang tunai senilai Rp1.5 juta, lantaran telah menjadi penyelamat nyawa publik di palang pintu kereta Api desa Margobener.

“Selama 20 tahun saya sebagai penjaga perlintasan rel yang tidak ada palang pintu, baru kali ini diapresiasi dan diberikan bonus. Alhamdulillah, terima kasih Pak BHS”Kata Kanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *