5 Tahun Berturut-turut Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pembina Proklim Terbaik, Ini Komentar Khofifah

waktu baca 3 menit
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA-KEMPALAN: Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) menerima penghargaan Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) Terbaik Tingkat Provinsi secara nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Selasa (24/10).

Penghargaan yang dipertahankan Pemprov Jatim selama 5 tahun berturut-turut kali ini diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Siti Nurbaya kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim Jempin Marbun yang mewakili Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Ruang Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Senayan Jakarta.

Kementerian LHK memberikan apresiasi berupa penghargaan ini dikarenakan Provinsi Jawa Timur memenuhi kriteria antara lain adanya dukungan kebijakan / regulasi pengembangan Proklim, konsistensi pembinaan Proklim, alokasi anggaran untuk pengembangan Proklim.

Selain itu, pembangunan jaringan kolaborasi baik dengan OPD, dunia usaha dunia industri, dunia pendidikan, maupun organisasi non pemerintah lainnya.

Provinsi Jatim juga paling banyak kelurahan dan desa yang mendapatkan penghargaan proklim secara nasional dengan total 200 lokasi di desa/kelurahan.

Lebih detailnya, Kategori Lestari sebanyak 5 lokasi di desa/kelurahan, Kategori Trophy Utama sebanyak 7 lokasi di desa/kelurahan, Kategori Sertifikat Proklim Utama sebanyak 114 lokasi di desa/kelurahan, Kategori Sertifikat Proklim Madya sebanyak 48 lokasi di desa/kelurahan, dan Kategori Proklim Pratama sebanyak 26 lokasi di desa/kelurahan.

Atas diterimanya penghargaan ini, Gubernur Khofifah menyampaikan rasa terima kasih serta apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan aktif mewujudkan proklim di wilayahnya.

“Terima kasih atas seluruh upaya dan kerja kerasnya dari seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan proklim di wilayah masing-masing,” ucapnya.

Gubernur Khofifah optimistis jika masyarakat Jatim telah berpartisipasi aktif dan ikut langsung untuk mewujudkan proklim, maka dampak perubahan iklim dan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) bisa diminimalisir.

Dicontohkannya, setiap individu dapat berkontribusi dengan mengurangi penggunaan kantong plastik, tidak membuang sampah di sembarang tempat, membatasi penggunaan kendaraan bermotor, menggunakan sarana transportasi umum, hemat listrik dan air, serta menanam pohon.

“Meski sangat kecil, gerakan untuk mengurangi dampak perubahan iklim bisa memberikan efek positif untuk masa depan,” ujarnya.

Selain Pemprov Jatim, juga ada 5 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan 3 Pemerintah Kota (Pemkot) dari Jawa Timur yang menerima Penghargaan Pembina Proklim terbaik tingkat kabupaten dan tingkat kota secara nasional.

Antara lain, Pemkot Surabaya sebanyak 11 lokasi, Pemkot Madiun sebanyak 8 lokasi, Pemkot Blitar sebanyak 12 lokasi, Pemkab Blitar sebanyak 6 lokasi, Pemkab Gresik sebanyak 22 lokasi, Pemkab Lamongan sebanyak 8 lokasi, Pemkab Lumajang sebanyak 11 lokasi dan Pemkab Trenggalek sebanyak 14 lokasi.

“Harapannya ke-8 Kabupaten/Kota tersebut bisa menjadi referensi pembinaan proklim di kabupaten/kota lainnya,” ungkap Khofifah.

Kendati sudah mendapatkan penghargaan, Khofifah menekankan pembinaan proklim harus berkelanjutan, diikuti dengan dukungan regulasi pengembangan proklim, konsistensi pembinaan proklim, alokasi anggaran untuk pengembangan proklim dan pembangunan jaringan kolaborasi yang baik.

“Baik antar OPD, dunia usaha/industi, dan lembaga non pemerintah. Ini penting untuk mewujudkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peduli lingkungan,” jelasnya.

Khofifah berharap penghargaan ini mampu dipertahankan serta semakin dikembangkan di daerah-daerah. “Jadikanlah ini semangat bersama. Saya mengajak semua elemen termasuk relawan pencinta lingkungan untuk terus aktif menjaga lingkungan tempat kita tinggal tetap seimbang dan terjaga dari pengrusakan,” katanya. (Dwi Arifin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *