Kamis, 23 April 2026, pukul : 22:19 WIB
Surabaya
--°C

Gubernur Khofifah: Pancasila adalah Perekat Kebhinekaan

SURABAYA-KEMPALAN: Pada momen Hari Kelahiran Pancasila tahun 2023, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali mengingatkan kepada masyarakat bahwa Pancasila merupakan perekat kebhinekaan.

Menurutnya, semangat persatuan dari Pancasila inilah yang akan selalu menjadi dasar kuat agar masyarakat tidak mudah terpecah belah karena adanya perbedaan.

“Meski berbeda agama, berbeda suku, budaya dan bahasa, berbeda warna kulit, tapi kita semua satu dalam jiwa Indonesia dan semangat Pancasila,” katanya usai upacara Hari Kelahiran Pancasila di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (1/6).

Khofifah yang juga Ketua Umum  Muslimat NU ini juga mengingatkan kepada masyarakat agar selalu bersiap menjadi game changer. Hal ini dilakukan agar tercipta gagasan yang dapat memberi makna baru bagi lingkungan maupun mengubah dunia.

Hal tersebut senada dengan tema Hari lahir  Pancasila tahun ini, yakni ‘Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global’. Menurutnya, dengan semangat tema ini, masyarakat diharapkan terus mampu menghadapi tantangan global.

“Kita harus mau bekerja sama, saling menghormati, membantu utamanya di era peradaban global untuk memaknai nilai kebersamaan,” ujarnya.

Mantan Menteri Sosial ini menambahkan, adanya elaborasi dalam kehidupan ber Pancasila di lingkungan masyarakat juga harus terus dipraktekkan. Salah satunya, yakni hidup bergotong royong dalam upaya untuk menghidupkan nilai-nilai kebhinekaan.

“Spirit ini harus terus digaungkan, karena ini merupakan tradisi yang harus kita jaga hingga lintas generasi,” pintanya.

Khofifah kemudian menyampakan berbagai tantangan Pancasila di era ini. Salah satunya, yakni ideologi alternatif yang kerap  disuarakan melalui media sosial dan justru mudah diakses oleh seluruh masyarakat. 

“Harus terus dicarikan solusi agar seperti radikalisme, ekstremisme, dan konsumerisme ini dipahami masyarakat kita. Dan mereka tidak kehilangan daya tarik untuk memahami dan mendalami nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Pada upacara Hari Kelahiran Pancasila tersebut, di depan ribuan undangan yang hadir, Khofifah juga membacakan Amanat Presiden Republik Indonesia.

Sejalan dengan yang disampaikan Khofifah, dalam sambutannya Presiden Joko Widodo juga menyampaikan  jika pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan perwujudan rasa cinta kepada tanah air. Sehingga dapat membangun bangsa dan negara yang lebih baik.

“Nilai-nilai Pancasila ini dapat diamalkan dalam bentuk sederhana, seperti saling menghargai, bekerjasama dan menghormati. Berkat Pancasila dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong, keberagaman yang ada menjadi berkah yang dirajut dalam indentitas nasional Bhinneka Tunggal Ika,” kata Presiden Jokowi dalam sambutannya yang dibacakan Gubernur Khofifah.

Melalui sambutan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyampaikan jika Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni memiliki makna bagi rakyat dan bangsa Indonesia.

Tidak hanya menjunjung tinggi Pancasila sebagai dasar negara ataupun tujuan bangsa, namun juga turut menjadikan Pancasila sebagai pegangan dalam kehidupan sehari-hari.

“Pancasila bukan hanya untuk dibaca dan didengar namun harus dipraktekkan dan diaktualisasikan dalam kehidupam sehari-hari. Sehingga nilai-nilai Pancasila akan tertanam di dalam hati bangsa Indonesia,” katanya.

Terakhir, dirinya berharap agar momen Hari Lahir Pancasila yang selalu diperingati tanggal 1 Juni 2023, tidak hanya menjadi rutinitas dan seremoni. Namun, digunakan sebagai momentum pengingat untuk membangun kebersamaan menuju peradaban baru.

“Pancasila harus direpresentasikan sebagai sebuah ideologi toleransi, ideologi pluralisme, ideologi multikulturalisme, dan ideologi kemanusiaan serta keadilan dan kesejahteraan,” kata Khofifah.

Pesan ini disampaikan Gubernur Khofifah utamanya bagi para milenial. Dirinya berharap agar para kaum muda saat ini dapat mengenali makna dari sila-sila yang ada di dalam lima sila Pancasila

“Antara religiusitas dan nasionalisme itu adalah dua hal yang saling menyatu. Sila ke-1, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa. Maka sesungguhnya nasionalis religius atau religius nasionalis merupakan sebuah kesatuan,” tegasnya.

Oleh kerena itu, Khofifah menambahkan, agama menjadi hal penting menjadi bagian referensi kehidupan manusia.

“Ayo kita pupuk terus komitmen dan semangat untuk terus menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan Indonesia. Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2023. Salam Pancasila,” tutupnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.