Kamis, 14 Mei 2026, pukul : 19:39 WIB
Surabaya
--°C

Prihatin! Dari 202 RPH di Jatim, Hanya 16 yang Kantongi Sertifikasi Halal

SURABAYA-KEMPALAN: Memprihatinkan. Ternyata, dari total 202 Rumah Potong Hewan (RPH) di Jatim, saat ini  hanya 16 RPH yang telah memiliki sertifikasi halal. Selain itu, dari total 313 Rumah Potong Unggas (RPU) yang terdaftar di Asosiasi Rumah Potong Hewan Unggas Indonesia (Arphuin), tercatat hanya 46 RPU yang sudah mengantongi sertifikat halal.

Hal itu disampaikan Ketua DPW Juru Sembelih Halal (Juleha) Indonesia – Jawa Timur Imam Fauzi. Masih rendahnya jumlah RPH dan RPU yang belum tersertifikasi halal ini, menurut Imam, salah satu satunya disebabkan oleh perilaku permintaan pasar/masyarakat yang masih abai terhadap produk daging sapi/ayam halal.

“Jadi kembali lagi ke masyarakat, mereka masih cukup abai soal halal. Selama ini yang diperhatikan hanya soal harga ayam/daging per kilo, tapi tidak pernah bertanya siapa yang motong, prosesnya bagaimana. Hal ini tidak pernah ditanyakan konsumen muslim,” kata Imam Fauzi di Islamic Centre Surabaya, Rabu (24/5).

Tidak hanya itu. Dari sisi pengusaha dagingnya pun, Imam menyebut akhirnya mengikuti pola pikir konsumen. Banyak tukang potong unggas yang mengakui kalau hasil potongnya tidak sesuai dengan syariat Islam.

Karena itu, kata Imam, pihaknya akan terus menyosialisasikan dan memberi edukasi kepada masyarakat soal makanan halal, sekaligus mempercepat sertifikasi RPH dan RPU dalam mendukung kebijakan pemerintah wajib halal 2024. 

Pihaknya akan menggelar pelatihan-pelatihan kepada para calon Juleha di RPH Surabaya maupun kota/kabupaten lain di Jawa Timur. Selain itu, pihaknya juga akan menyasar organisasi Islam, atau juga masjid-masjid. Dengan demikian mereka bisa melayani penyembelihan secara mandiri, dan agar tidak ada kesalahan atau tidak sesuai syariat Islam. Terutama pada saat momen Idul Adha nanti.

“Idealnya setiap RPH ada dua Juleha yang menganyongi sertifikat halal, sehingga kalau yang satu sakit ada penggantinya. Namun, faktanya masih sedikit sekali RPH yang mengantongi sertifikasi halal,” terang Imam, prihatin.

Sementara itu,  saat ini Pemprov Jatim berupaya untuk melakukan percepatan industri halal melalui penguatan juru sembelih halal atau Juleha dan RPH halal.

Pasalnya, terjaminnya produk halal menjadi hal yang tidak bisa diabaikan. Bukan hanya mendapat atensi dari negara-negara muslim di dunia, bahkan saat ini menjadi isu global yang terus berkembang. Jaminan produk halal sekarang juga telah mendapat pengakuan dari World Trade Organization (WTO). 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, berdasarkan data Global Islamic Economy Indicator dalam State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2022, ekonomi syariah Indonesia menempati posisi keempat setelah Malaysia, Saudi Arabia, dan Uni Emirat Arab. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.