SIDOARJO-KEMPAKAN : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) secara resmi memiliki Fakultas Kedoktetan Gigi (FKG). Pada Minggu ( 21/05) gedung megah berdiri tegak dikomplek kampus merdeka I di Jalan Mojopahit Sidoarjo tersebut secara resmi di resmikan oleh ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Muhammadiyah menargetkan penambahan jumlah fakultas kedokteran umum dan kedokteran gigi menjadi 25 fakultas pada tahun mendatang, salah satunya di Umsida. Hal itu menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk membantu mengatasi kekurangan dokter di Indonesia.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, saat ini Muhammadiyah sudah berhasil membuka 12 fakultas kedokteran umum dan kedokteran gigi. Menurut Haedar, sudah banyak perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah yang mengajukan permohonan untuk membuka fakultas kedokteran.
Akan tetapi, keinginan tersebut harus disesuaikan dengan regulasi dan aturan pemerintah pusat terkait pendidikan di bidang kedokteran termasuk di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang telah menyiapkan sumber daya manusia serta sarana dan prasarananya, tinggal izin operasionalisasinya.
“Target kita justru ingin pemerintah membuka kebijakan-kebijakan yang bersifat progresif agar kekurangan dokter bisa kita pecahkan. Tetapi, hal itu memerlukan kerja sama dari berbagai pihak, seperti Kemenkes, Kemendikbudristek, dan lembaga-lembaga pendidikan lain yang terkait dengan kedokteran dengan pihak swasta sehingga kita punya konsensus-konsensus baru untuk memajukan dunia kedokteran,” jelas Haedar Nashi.
Universitas Muhammadiyah Sidoarjo menurut Haedar, juga berencana membuka fakultas kedokteran umum (FK) saat perguruan tinggi ini telah memiliki akreditasi A. Hal itu tidak sulit karena sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarananya sudah lengkap. Umsida juga punya jaringan luas karena berada dalam satu payung besar Perguruan Tinggi (PT) Muhammadiyah dan Aisyiyah yang berjumlah 173 di Indonesia.
“Hal yang ingin kami sampaikan dari pembangunan ini, Umsida dengan seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah punya tiga komitmen besar dalam membangun bangsa,” ucap Haedar.
Komitmen tersebut, adalah membangun SDM kedokteran di Indonesia. karena jumlah dokter gigi, dokter umum, dan dokter spesialis di Tanah Air masih kurang. Oleh karena itulah, Muhammadiyah membuka FKG dan FK sebagai sumbangsih untuk negara.(Ambari Taufiq)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi