SIDOARJO, KEMPALAN – DPD PAN Sidoarjo menunjukkan keterbukaan, kesolidan, dan kesiapan menghadapi Pileg 2024. Diwarnai keberagaman latar belakang bacaleg, dari profesi, organisasi, pendidikan, maupun usia, parpol dengan warna kebesaran biru itu menyatakan siap tempur. Mewarnai pesta demokrasi di Sidoarjo dan Indonesia. Pastikan diri dapat dipercaya.
Matahari begitu terik saat ratusan orang berpakaian dominan warna biru masuk ke halaman kantor KPU Sidoarjo. Mereka adalah para bakal calon anggota legislatif (bacaleg) DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Sidoarjo. Penampilan rapi. Jas eksekutif berlogo partai. Para lelaki memakai sarung dan songkok. Yang perempuan mengenakan kerudung putih bersih. Ada juga yang berbusaha casual.
Bau wangi merebak. Berjas dan berkelas. Penampilan bacaleg dari partai bernomur urut 12 itu berbeda dari partai-partai yang sebelumnya mendaftarkan bacalegnya ke KPU Sidoarjo.
Jumat siang (12/5), mereka datang ke kantor KPU untuk mendaftarkan diri sebagai peserta pesta demokrasi. Kontestasi Pileg 2024. Ketua DPD PAN Sidoarjo Dr Emir Firdaus Munir bersama pengurus harian partai dan para bacaleg masuk dengan iringan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Marhaban yaa nurul aaini. Marhaban jaddal husaini. Rombongan melangkah serempak. Kompak dan solid.
Emir mengatakan, PAN Sidoarjo datang membawa berkas lengkap 50 bacaleg yang diusung partainya. Semuanya ”siap tempur”. Mewarnai pesta demokrasi. Mereka berasal dari bermacam latar belakang. Ada yang berprofesi sebagai akademikus, pengusaha, dokter, pengacara, dan sebagainya.
Usia pun beragam. Dari kader-kader senior hingga kalangan milenial. Salah satunya, dr Zahra, pemilik Klinik Kecantikan Az Zahra. Dokter lulusan Unair ini mewakili milenial untuk maju sebagai anggota legislatif dari PAN. Dia tertarik mencalonkan diri karena PAN sangat terbuka. Sebagai milenial, Zahra ingin menyumbangkan gagasan dan pikiran untuk bangsa.
Zahra menjadi salah seorang perwakilan perempuan yang memang signifikan di susunan bacaleg asal PAN Sidoarjo. Jika dirata-rata untuk seluruh bacaleg, jumlahnya sekitar 40 persen. Nama mereka tidak cuma dipasang, tetapi benar-benar ditarget untuk mampu duduk di kursi parlemen.
”Target kami pada Pileg 2024 ini delapan kursi. Paling tidak 30 persennya kami harap perempuan,” tambah legislator yang juga wakil ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo tersebut.

Sekretaris DPD PAN Sidoarjo Bangun Winarso menambahkan, para bacaleg juga berasal dari beragam kalangan dan organisasi. Di antaranya, bacaleg yang berlatar belakang santri. Dari kalangan NU. Mantan-mantan anggota legislatif yang sudah berpengalaman duduk di kursi parlemen.
Di Indonesia, jelas Bangun, mayoritas masyarakatnya adalah NU dan Muhammadiyah. Jika diwadahi dalam satu partai saja, tidak akan cukup. Jadi, PAN sangat terbuka untuk menerima bacaleg dari kalangan santri. Bahkan, Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan sangat intens berkomunikasi dengan pondok-pondok pesantren. Di seluruh Indonesia.
”Kami mengenakan sarung ini juga sebagai simbol bahwa di samping nasionalis, kita juga religius. Mengutamakan pendekatan-pendekatan yang bersifat humanis,” terang Bangun.
Tampak di antara para bacaleg, Sukiyo Wahid. Mantan anggota DPRD Sidoarjo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan dirinya memang memilih PAN untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Bagi dia, warga NU dan santri bisa berjuang di mana-mana. Lewat partai yang dipilihnya.
”Politik adalah washilah saja, jalan perjuangan,” ungkap Sukiyo.
Selain Sukiyo, ada Mushowimin, mantan legislator PKB yang juga telah bergabung dengan PAN dalam pileg sebelumnya. Pada periode 2019-2024, Mushowimin sukses melenggang ke gedung parlemen setelah ”hijrah” dari PKB ke PAN. (frozi)

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi