Rabu, 3 Juni 2026, pukul : 01:41 WIB
Surabaya
--°C

Pedagang Pasar Sidoarjo Masih Ancam Demo, DPRD Tunjukkan Solusi

SIDOARJO, KEMPALAN – Ancaman demo masih muncul dari para pedagang pasar-pasar rakyat di Sidoarjo. Mereka menuntut perbaikan pengelolaan. Para pedagang mendambakan pasar rakyat yang teratur, tertib, bersih, aman, dan nyaman serta modern. DPRD Sidoarjo menawarkan solusi.

Wakil Ketua DPRD Sidoarjo Dr Emir Firdaus Munir mencontohkan Pasar Oro Oro Dowo Malang. Pasar tersebut menempati bangunan bekas pemerintahan Kolonial Belanda di Kelurahan Klojen, Kota Malang. Itu pasar zaman dulu. Namun, pemerintah daerah setempat berhasil menyulapnya. Pasar Rakyat Oro Oro Dowo menjelma menjadi pasar tradisional dengan sentuhan modern.

Lapak pedagang diatur dengan baik. Lantai pasar dikeramik. Lingkungan luar dan dalam bersih. Bahkan, ada troli yang bisa digunakan untuk berbelanja. Komoditas dagangan masih khas pasar rakyat. Sayur mayur, ikan, buah-buahan, dan kebutuhan rumah tangga dan keluarga lainnya. Tapi, kenyamanannya sekelas pasar modern.

”Yang pasti, tidak ada pedagang yang berjualan di luar pasar. Apalagi, menempati jalan-jalan di pasar,” jelas legislator PAN tersebut.

Penjelasan Emir menarik perhatian para pedagang yang hadir di kantor DPRD Sidoarjo saat hearing pada Kamis (13/4). Mereka menemukan harapan. Akan ada konsep penataan pasar yang lebih baik dari yang selama ini berjalan di Sidoarjo.  

BACA JUGA  Polisi Masif Turun ke Desa, Dampingi Efektifitas Program Ketahanan Pangan di Krembung

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo Bambang Pujianto menambahkan, Pasar Oro Oro Dowo juga menyediakan tempat sampah di banyak titik. Juga tempat-tempat duduk untuk pengunjung pasar. Pedagang dan pembeli sama-sama menjaga kebersihan pasar. Teratur.

Mengapa bisa begitu tertib?

”Karena ada petugas wastib (pengawasan dan penertiban) yang selalu berjaga di pasar,” terang legislator Partai Gerindra itu. Petugas wastib tersebut tidak berasal dari aparatur sipil negara (ASN).

Dia berpendapat, di Kabupaten Sidoarjo, ada 19 pasar rakyat. Lokasinya menyebar di berbagai kecamatan. Namun, belum ada satu pun pasar yang benar-benar memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (SNI). Sekalipun telah dinyatakan berstandar SNI.

Dalam regulasi Kementerian Perdagangan (Kemendag) disebutkan, pasar yang benar-benar memenuhi SNI harus memenuhi berbagai standard operating procedure (SOP). Manajemen pengelolaan dan pengembangan SDM yang bagus. Sarana dan prasarana pasar dirawat dan dipelihara dengan baik. Mutu dan keamanan komoditas di pasar selalu dipantau. Selain itu, ada perbaikan pengelolaan pasar secara berkelanjutan.

BACA JUGA  UE Serukan Israel untuk Hentikan Eskalasi Militer di Lebanon

Penjelasan Bambang Pujianto itu juga disimak dengan serius oleh para pedagang. Mereka antusias. Menurut pedagang, semua pasar rakyat di Sidoarjo, 19 pasar, tidak ada yang tidak bermasalah. Semuanya punya problem. Terutama terkait ketertiban dan kenyamanan pasar. Padahal, saat ini, pasar rakyat menghadapi persaingan yang berat. Serbuan toko-toko modern, pasar-pasar desa, maupun pasar musiman yang sering diadakan. Kalau masalah-masalah itu tidak juga diatasi, mereka masih mengancam akan berdemo.

Emir dan Bambang pun mengajak para pedagang yang tergabung dalam HPP Kabupaten Sidoarjo melakukan studi banding ke Pasar Oro Oro Dowo Malang. Tujuannya, melihat langsung, memahami, dan belajar tentang bagaimana contoh pasar rakyat yang bagus.

”Ayo, bapak-bapak dari HPP Kabupaten Sidoarjo, kita berkunjung ke sana. Siap ya,” ujar Emir dan diiyakan oleh Bambang. Rencananya, kunjungan tersebut dilakukan setelah Lebaran ini. Para pedagang pun kompak menyatakan, ”Siap.” (f.rozi)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.