Sidoarjo – Politisi partai Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah seorang warga yang tertabrak kereta Komuter Jenggala.
Ucapan duka itu disampaikan pemilik sapaan akrab BHS kepada keluarga Ginanti warga desa Tenggulunan, Kecamatan Candi Sidoarjo,yang meninggal dunia usai tertabrak kereta di desa Sumokali, Kecamatan Candi saat arah pulang ke rumahnya.
Bersama timnya BHS Peduli, anggota DPR-RI periode 2014-2019 datang menemui suami korban dan orang tua korban. Pemilik sapaan akrab BHS ini mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam atas musibah yang dialami.
Kepada keluarga korban, Tim BHS Peduli juga memberikan santunan uang tunai.
“Kami ikut berbelasungkawa atas musibah yang dialami korban,” ucap BHS, saat memberikan santunan, Kamis.
BHS kepada wartawan, menilai sistem sirine tanda peringatan (early warning system) di lokasi yang mengalami kerusakan, harus segera dilakukan perbaikan oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kab. Sidoarjo.
“Warga melaporkan kalau tanda peringatan itu sudah lama rusak, namun tak juga ada perbaikan,” ucap Bambang Haryo Soekartono menirukan pengakuan warga di lokasi.
BHS menegaskan, tanda peringatan untuk upaya keselamatan para pelintas KA harus segera dilakukan. Jika tidak, bisa mungkin akan ada korban lagi. Dari keterangan warga, sudah ada 7 korban di perlintasab tersebut.
“Terhitung sudah 6 korban mengalami meninggal dunia di lokasi, dan satu korban bisa selamat,” terangnya.

Ditambahkan BHS, rel KA yang melintang di Sumokali itu seharinya dilintasi dua kali laju kereta api yang pulang pergi (PP) jurusan Mojokerto. Jika ada rencana dari pihak KAI nantinya sebanyak tiga kali pulang pergi, ya harus dilakukan pemasangan palang pintu.
“Sekarang dua kali melintas (PP red,) sering menimbulkan korban, apalagi kalau nanti sampai ada pemberlakuan tiga kali PP, jelas harus ada keharusan di lokasi dipasang pintu rel KA.
Masyarakat yang meintas di perlintasan rel KA tanpa palang pintu banyak sekali. Karena akses tersebut bisa menghubungkan dari desa ke desa lainnya,” tegasnya dengan menyebut nanti juga akan membantu memasang sirine tanda peringatan di lokasi.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi di rel tanpa palang pintu di desa Sumokali, Kecamatan Candi Sidoarjo. Dalam kecelekaan itu, korban yang melintas dari arah utara menuju rumahtertabrak KA bersama motor yang dikendarainya jenia Honda Vario Nopol W 2179 NDU, dan sempat terseret hingga 10 meter. Dalam kecelakaan itu, Korban meninggal dunia di lokasi.

Belum ada obrolan
Mulai obrolan pertama kamu di sini!
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi