Rabu, 27 Mei 2026, pukul : 22:01 WIB
Surabaya
--°C

Wagub Emil Berharap Forum World Water Jadi Platform Esensial bagi Seluruh Pemangku Kepentingan

JAKARTA-KEMPALAN: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak berharap Kick Off Forum World Water di Bali tahun 2024 menjadi platform yang esensial bagi seluruh pemangku kepentingan. 

“World Water Forum menjadi platform esensial untuk seluruh isu mengenai air secara global yang melibatkan semua pemangku kepentingan,” kata Wagub Emil setelah menjadi pembicara dalam acara Kick Off Meeting 10 Th World Water Forum yang dilaksanakan selama 2 hari pada 15-16 Februari di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (15/2).  

Disampaikan Wagub Emil, Forum World Water yang akan dilaksanakan di Bali pada tahun 2024 merupakan ajang pertemuan internasional terbesar terkait sektor air. Nantinya, forum tersebut dihadiri oleh seluruh negara di dunia, mulai kepala negara hingga pemerhati air dan masyarakat umum.

“Saya ucapkan selamat kepada Kementerian PUPR yang menjadi host dalam forum internasional ini untuk menampilkan sekaligus menghadirkan bukan saja pakar melainkan praktisi air dari beberapa negara di dunia,” tuturnya.

BACA JUGA  Tinjau Peternakan Sapi di Bojonegoro, Khofifah Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Aman

Dijelaskan Wagub Emil, forum World Water bertujuan untuk mengangkat kepedulian mengenai tantangan terkini di sektor air dan membahas sekaligus menginisiasi solusi nyata terhadap hal tersebut. Sebab, cukup banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi dan diselesaikan terkait air. 

“Masih banyak isu-isu terkait air yang menjadi pekerjaan rumah untuk diselesaikan secara bersama-sama,” ungkapnya. 

Di hadapan moderator Benedito Braga dan co moderatir Firdaus Ali, Wagub Emil mengatakan tema diskusi membahas politik. Memang, kata dia, politik adalah prasyarat untuk bisa mengelola air dengan adil dan berkelanjutan. Sebab, sejatinya, di forum World Water menjadi momentum yang tepat untuk menyampaikan persoalan air di tingkat Kota maupun Kabupaten. 

“Masih banyak sekali isu yang harus dipastikan kemudian ada prinsip-prinsip yang disepakati bersama dan jangan sampai menjadi komoditas politik yang kepentingan jangka pendek dan kepentingan golongan. Bukan yang mencerminkan pengelolaan yang lestari dan berkeadilan,” tuturnya. 

BACA JUGA  Gema Idul Adha 1447 H di As-Shobirin Sidoarjo: Meneladani Ululazmi, Merawat Kepedulian Melalui 22 Hewan Kurban

Menurutnya, penting untuk menyampaikan aspirasi mengenai isu atau persoalan air di Jatim. Isu atau persoalan air tidak hanya dibahas di atas kertas. Akan tetapi harus memikirkan bagaimana memberikan solusi konkret di lapangan secara bersama-sama. Sebab, di daerah Jatim masih banyak isu air yang kemudian membuat gesekan antara pemerintah, investor dan masyarakat. 

“Bukan menghindar tapi kompleksitas ini harus dibicarakan secara matang dan ada solusinya,” tegasnya.

Dia berharap, isu-isu terkait air yang terjadi di dunia khususnya di Indonesia dan Jawa Timur, bisa tersampaikan saat penyelenggaraan forum World Water di Bali tahun 2024 mendatang. Dirinya optimistis, aspirasi yang disampaikan menemukan solusi konkret karena Indonesia menjadi tuan rumah dan berperan dalam forum dunia tersebut. 

“Inilah pentingnya forum ini bahwa ada prinsip yang kita bangun di tatanan global dan Indonesia berperan di situ,” tegasnya. (Dwi Arifin)

forum

Belum ada obrolan

Mulai obrolan pertama kamu di sini!

Berita Terbaru

Analisis

Selamat Datang Kembali

Masuk untuk bergabung dalam diskusi

Buat Akun Baru

Daftar sekarang dan mulai berdiskusi

Kata sandi akan dikirim ke email Anda.